Kamis, 24 Mei 2018

Mengenal Optilab dan Kalibrasinya




Halooo haloo haiii….
Lama tak jumpa yahh??? Wkwkwk
Oh iya kali ini aku mau berceloteh yang agak berbobot dikit hehehe…
Jadi, saat ini kan aku ngerjain tesis. Salah satu parameter yang aku amatin yaitu anatomi akar padi ‘Cempo Merah’. Tentu kita tahu, untuk mengamati preparat penampang baik lintang atau bujur perlu menggunakan mikroskop, ex: mikroskop binokuler. Nah, supaya gambar preparat kita lebih jelas dan mata kita gak capek ngelihatin mikroskop, kita bisa gunain kamera optilab.
What is optilab?  Adakah yang belum tahu optilab? Optilab adalah kamera yang dipasang di mikroskop yang dapat mengubah mikroskop analog menjadi mikroskop digital. Kamera ini kompetibel untuk semua jenis mikroskop loh, bisa monokuler atau binokuler. Enaknya sih pakai binokuler yaahh…Terus, alat ini bisa mendokumentasikan gambar preparat kita baik dalam bentuk foto atau video karena alat ini dihubungkan ke laptop kita. Jadi kita gak perlu tuh, ngeluarin kamera hp atau kamera digital terus foto-foto lensa okuler. Haha cara lama mah buat yang tidak pakai optilab.


Gambar 1. Perangkat kamera optilab

Oiya, jangan lupa install dulu aplikasi optilabnya yah…
Bagaimana cara mengoperasikan optilab?


Gambar 2. Pemasangan kamera optilab dihubungkan dengan laptop

Sebenarnya kalau kita beli alat optilab pasti ada Cd.nya yang berisi buku panduan tentang cara mengoperasikan optilab. Nah, aku ringkasinnya poin-poin pentingnya yang selama ini aku lakukan.
1.  Pasang perangkat kamera optilab dengan lensanya dulu. Jika kalian menggunakan mikroskop binokuler, lepaskan dulu satu lensa okulernya, digantikan dengan lensa kamera optilab.  Selanjutnya, tancapkan kabel pada kamera yang dihubungkan dengan laptop kita.

2.    Kalau kabel sudah terpasang, buka aplikasi optilab yang kalian install. Biasanya aplikasi ini tidak akan berfungsi kalau laptop kalian tidak terhubung dengan kamera optilab.


Gambar 3. Icon aplikasi optilab

3.   Letakkan preparat yang akan diamati di meja benda mikroskop dan dijepit dengan penjepit. Atur perbesaran minimal dulu ya..dengan menggeser revolver hingga tepat pada lensa objektif perbesaran 4x.
4.     Nyalakan mikroskopnya (karena sumber cahayanya berasal dari lampu).
5.    Bekerja seperti mengamati preparat di bawah mikroskop seperti biasanya. Kalian bisa mengatur fokus gambar menggunakan makrometer dan micrometer. Lalu, kalian juga bisa mengatur pengcahayaannya dengan menggeser-geser diafragma dan juga mengatur intensitas lampunya.
6.    Kalau dengan perbesaran lensa objektif 4x, gambar sudah jelas, baru deh berlanjut ke perbesaran lensa objektif 10x dan 40 x.
7.       Untuk mengambil gambar, klik Capture Image. Untuk mengambil video, klik Record



Gambar 4. Tampilan aplikasi optilab

Oiya, gambar di atas itu screen shoot aplikasi optilab yang tidak terhubung dengan kamera optilab, makanya masih putih bersih, seputih hatiku, wkwkwkwk… :D  :D

8.       Selanjutnya, akan muncul tombol Save. Oiya, jangan lupa direname sesuai nama preparat kalian ya….biar tidak tercampur aduk dan memudahkan kalian dalam mengamati. Nah, selesai deh :D

Kalau udah dapat foto-foto preparat, selanjutnya diapain nih?
Nah, bagi kalian yang mau olah data anatomi preparat kalian, kalian bisa menggunakan aplikasi ‘Image Raster’. Aplikasi ini bawaan dari optilab.


Gambar 5. Aplikasi Image Raster

Di dalam aplikasi Image Raster, terdapat taskbar di bagian kiri yang berisi menu-menu seperti :
1)        Select : memilih dan memindahkan objek.
2)      Counter : mencacah dan Menanda Objek
3)      Measure : Mengukur Panjang, keliling dan Luas Objek
4)  Calibrate : melakukan Kalibrasi Image Raster agar hasil pengukuran akurat (menggunakan Calibration Slide, disertakan dalam paket OptiLab)
5)      Scale : menampilkan skala pada gambar.
6)      Blend : menampilkan inset (potongan gambar dengan perbesaran lebih besar diatas gambar dengan perbesaran lebih kecil).
7)      Legend : untuk menampilkan legenda hasil penandaan dan pencacahan pada gambar.




Gambar 6. Tampilan aplikasi Image Raster

Buka gambar preparat kalian dengan cara klik file à open.
Berhubung preparat yang aku amatin itu berupa anatomi akar tanaman dan parameter yang aku amatin itu adalah diameter akar, ketebalan dinding hipodermis dan endodermis, maka aku harus menggunakan menu measurement.
Eits, untuk menggunakan menu measurement, kalian wajib kalibrasi dulu yaaa….
Bagaimana cara kalibrasi di Image Raster?
Nah, salah satu alasan aku menulis tulisan curhatan yang bisa di bilang ‘penting’ nih (wkwkwk :D), karena sedikit sekali blogger, website, youtube, dll yang berbagi tentang cara kalibrasi Image Raster. Supaya kalian tidak kebingungan seperti yang aku alamin sebelumnya, nih aku kasih tau caranya… :D
Aku juga dapat informasi ini dari orang yang lebih ahli dan akrab dengan aplikasi ini hehehe.
Kalian harus menggunakan penggaris yang disebut Calibration Slide.



Gambar 7. Calibration slide

Seperti yang kalian lihat, dalam 1 calibration slide, terdapat 4 type penggaris, yaitu:
a)      1 div = 0,1 mm
b)      1 div = 0,01 mm
c)       1 div = 0,15 mm
d)      1 div = 0,07 mm
Kalau aku gunain type calibration yang pertama yaa (1 div = 0,1 mm). 1 div = 0,1 mm artinya 1 strip pita = 0,1 mm. seperti yang kita ketahui bahwa 1 mm = 1000 µm, sehingga 0,1 mm = 100 µm.
Oke, langkah pertama, letakkan calibration slide di atas meja benda, amati type penggaris yang pertama dengan perbesaran berturu-turut, 4 x, 10x, dan 40x. Jangan lupa, setiap perbesaran diambil fotonya dengan meng klik Capture Image yaa…
Kayag gini hasilnya:

Gambar 8. Penggaris 1 div = 0,1 mm dengan perbesaran 4x

Gambar 9. Penggaris 1 div = 0,1 mm dengan perbesaran 10x

Gambar 10. Penggaris 1 div = 0,1 mm dengan perbesaran 40x

Langkah selaanjutnya adalah melakukan KALIBRASI.
Well, buka aplikasi Image Raster yaa…aku contohin kalibrasi 40 x yaa….caranya buka hasil foto penggaris 1 div = 0,1 mm dengan perbesaran 40x (Gambar 10). Aslinya terserah kalian sih, yang mana dulu, boleh 4x atau 10x dulu kog J.
Lalu, klik menu Calibrate pada taskbar di sebelah kiri. Tampilannya seperti ini.

Gambar 11. Tampilan kalibrasi 40x

Karena aku mau kalibrasi 40x, jadi aku klik profileDock 40x (lihat menu sebelah kanan). Lalu klik menu Calibrate.
Nah, muncul kotak dialog seperti ini.

Gambar 12. Kotak dialog Calibration Wizard 40x.

Karena gambar penggaris 40 x sudah ada disana, jadi klik menu ‘Use Image from the current scene’. Setelah itu, klik Next.
Setalah itu muncul kotak dialaog lagi seperti ini.



Gambar 13 kotak dialog calibration wizard 40x (2)

Selanjutnya seret pita merah ya dengan klik dari tengah-tengah garis pertama dan kedua. Namun, supaya presesi, lebih mudah menyeret pita dari titik terluar garis hingga titik dalam garis berikutnya. Kalau aku buatnya 1 strip aja kayag Gambar 13. di atas. Terus isi distance nya yang semula 0 µm menjadi 100 µm. Nah, sekarang kalau kalian nyeret pita merah 2 strip jadi berapa distancenya? (mikir yaa wkwkwk).
Oke, selanjutnya klik Next dan muncul kotak dialog seperti ini,
Gambar 14 kotak dialog calibration wizard 40x (3)

Lalu, klik Finish bla bla itu yaahh…lalu klik next à I am done. Save the results of the session à klik Finish.
Selesai deh kalibrasi 40x..
Lakukan langkah-langkah yang sama untuk kalibrasi perbesaran 4x dan 10x yaahhh…udah bisa kan yak??? J J

Oke… yuk mari mulai mengukur panjang…
Caranya buka foto preparat kalian dengan perbesaran 40x. Klik File à Open Image. Karena gambar preparat yang kita amati itu perbesaran 40x, jadi, profile nya harus diganti 40 x ya…Lihat menu profil di bagian atas ya…Selanjutnya klik menu Measurements, lalu Tarik line (garis dari satu titik ke titik yang lain). Nih, aku kasih contoh ngukur panjang xilem yaa…

Gambar 15. Cara mengukur panjang objek (measurement)

Nah, kalau sudah selesai tugas ukur mengukurnya, kalian bisa Save hasil pengukuran kalian nih di menu Fileà Save image..
Oke selesai sudah nih kerjaan ukur mengukurnya J J
Bagaimana Bro n sis, sudah paham kan?
Oke sekian dulu aku bercelotehnya. Semoga celotehanku bermanfaat ya…sekian, good byee.











1 komentar:

  1. bagaimana jika menggunakan mikroskop stereo? apakah sama cara kalibrasinya?

    BalasHapus