Halooo haloo haiii….
Lama tak jumpa yahh??? Wkwkwk
Oh iya kali ini aku mau berceloteh yang agak berbobot dikit hehehe…
Jadi, saat ini kan aku ngerjain
tesis. Salah satu parameter yang aku amatin yaitu anatomi akar padi ‘Cempo
Merah’. Tentu kita tahu, untuk mengamati preparat penampang baik lintang atau
bujur perlu menggunakan mikroskop, ex: mikroskop binokuler. Nah, supaya gambar
preparat kita lebih jelas dan mata kita gak capek ngelihatin mikroskop, kita
bisa gunain kamera optilab.
What is optilab? Adakah yang belum tahu optilab? Optilab
adalah kamera yang dipasang di mikroskop yang dapat mengubah mikroskop analog
menjadi mikroskop digital. Kamera ini kompetibel untuk semua jenis mikroskop
loh, bisa monokuler atau binokuler. Enaknya sih pakai binokuler yaahh…Terus,
alat ini bisa mendokumentasikan gambar preparat kita baik dalam bentuk foto
atau video karena alat ini dihubungkan ke laptop kita. Jadi kita gak perlu tuh,
ngeluarin kamera hp atau kamera digital terus foto-foto lensa okuler. Haha cara
lama mah buat yang tidak pakai optilab.
Gambar 1. Perangkat kamera
optilab
Oiya, jangan lupa install dulu
aplikasi optilabnya yah…
Bagaimana cara mengoperasikan
optilab?
Gambar 2. Pemasangan kamera
optilab dihubungkan dengan laptop
Sebenarnya kalau kita beli alat
optilab pasti ada Cd.nya yang berisi buku panduan tentang cara mengoperasikan
optilab. Nah, aku ringkasinnya poin-poin pentingnya yang selama ini aku
lakukan.
1. Pasang
perangkat kamera optilab dengan lensanya dulu. Jika kalian menggunakan
mikroskop binokuler, lepaskan dulu satu lensa okulernya, digantikan dengan
lensa kamera optilab. Selanjutnya,
tancapkan kabel pada kamera yang dihubungkan dengan laptop kita.
2. Kalau
kabel sudah terpasang, buka aplikasi optilab yang kalian install. Biasanya
aplikasi ini tidak akan berfungsi kalau laptop kalian tidak terhubung dengan
kamera optilab.
Gambar 3. Icon
aplikasi optilab
3. Letakkan
preparat yang akan diamati di meja benda mikroskop dan dijepit dengan penjepit.
Atur perbesaran minimal dulu ya..dengan menggeser revolver hingga tepat pada
lensa objektif perbesaran 4x.
4. Nyalakan
mikroskopnya (karena sumber cahayanya berasal dari lampu).
5. Bekerja
seperti mengamati preparat di bawah mikroskop seperti biasanya. Kalian bisa
mengatur fokus gambar menggunakan makrometer dan micrometer. Lalu, kalian juga
bisa mengatur pengcahayaannya dengan menggeser-geser diafragma dan juga
mengatur intensitas lampunya.
6. Kalau dengan perbesaran lensa objektif 4x,
gambar sudah jelas, baru deh berlanjut ke perbesaran lensa objektif 10x dan 40
x.
7. Untuk
mengambil gambar, klik Capture Image.
Untuk mengambil video, klik Record
Gambar 4.
Tampilan aplikasi optilab
Oiya, gambar di
atas itu screen shoot aplikasi optilab yang tidak terhubung dengan kamera
optilab, makanya masih putih bersih, seputih hatiku, wkwkwkwk… :D :D
8. Selanjutnya,
akan muncul tombol Save. Oiya, jangan lupa direname sesuai nama
preparat kalian ya….biar tidak tercampur aduk dan memudahkan kalian dalam
mengamati. Nah, selesai deh :D
Kalau udah dapat foto-foto
preparat, selanjutnya diapain nih?
Nah, bagi kalian yang mau olah
data anatomi preparat kalian, kalian bisa menggunakan aplikasi ‘Image Raster’. Aplikasi ini bawaan dari
optilab.
Gambar 5. Aplikasi Image Raster
Di dalam aplikasi Image Raster, terdapat taskbar di
bagian kiri yang berisi menu-menu seperti :
1) Select : memilih dan memindahkan objek.
1) Select : memilih dan memindahkan objek.
2) Counter : mencacah dan
Menanda Objek
3) Measure : Mengukur Panjang,
keliling dan Luas Objek
4) Calibrate : melakukan
Kalibrasi Image Raster agar hasil pengukuran akurat (menggunakan Calibration
Slide, disertakan dalam paket OptiLab)
5) Scale : menampilkan skala
pada gambar.
6) Blend : menampilkan inset
(potongan gambar dengan perbesaran lebih besar diatas gambar dengan perbesaran
lebih kecil).
7) Legend : untuk menampilkan
legenda hasil penandaan dan pencacahan pada gambar.
Gambar 6. Tampilan aplikasi Image Raster
Buka gambar preparat kalian
dengan cara klik file à
open.
Berhubung preparat yang
aku amatin itu berupa anatomi akar tanaman dan parameter yang aku amatin itu
adalah diameter akar, ketebalan dinding hipodermis dan endodermis, maka aku
harus menggunakan menu measurement.
Eits, untuk menggunakan menu measurement, kalian wajib kalibrasi dulu yaaa….
Bagaimana cara kalibrasi di Image Raster?
Nah, salah satu alasan aku
menulis tulisan curhatan yang bisa di bilang ‘penting’ nih (wkwkwk :D), karena
sedikit sekali blogger, website, youtube, dll yang berbagi tentang cara
kalibrasi Image Raster. Supaya
kalian tidak kebingungan seperti yang aku alamin sebelumnya, nih aku kasih tau
caranya… :D
Aku juga dapat informasi ini dari
orang yang lebih ahli dan akrab dengan aplikasi ini hehehe.
Kalian harus menggunakan penggaris
yang disebut Calibration Slide.
Gambar 7. Calibration slide
Seperti yang kalian lihat, dalam
1 calibration slide, terdapat 4 type penggaris, yaitu:
a) 1
div = 0,1 mm
b) 1
div = 0,01 mm
c) 1
div = 0,15 mm
d) 1
div = 0,07 mm
Kalau aku gunain type calibration
yang pertama yaa (1 div = 0,1 mm). 1 div = 0,1 mm artinya 1 strip pita = 0,1
mm. seperti yang kita ketahui bahwa 1 mm = 1000 µm, sehingga 0,1 mm = 100 µm.
Oke, langkah pertama, letakkan calibration slide di atas
meja benda, amati type penggaris yang pertama dengan perbesaran berturu-turut,
4 x, 10x, dan 40x. Jangan lupa, setiap perbesaran diambil fotonya dengan meng
klik Capture Image yaa…
Kayag gini hasilnya:
Gambar 9. Penggaris 1 div = 0,1
mm dengan perbesaran 10x
Gambar 10. Penggaris 1 div = 0,1
mm dengan perbesaran 40x
Langkah selaanjutnya adalah
melakukan KALIBRASI.
Well, buka aplikasi Image Raster yaa…aku contohin kalibrasi
40 x yaa….caranya buka hasil foto penggaris 1 div = 0,1 mm dengan perbesaran 40x
(Gambar 10). Aslinya terserah kalian sih, yang mana dulu, boleh 4x atau 10x
dulu kog J.
Lalu, klik menu Calibrate pada taskbar di sebelah kiri.
Tampilannya seperti ini.
Gambar 11. Tampilan kalibrasi 40x
Karena aku mau kalibrasi 40x, jadi aku klik profileDock 40x (lihat menu sebelah kanan). Lalu klik menu Calibrate.
Nah, muncul kotak dialog seperti
ini.
Gambar 12. Kotak dialog
Calibration Wizard 40x.
Karena gambar penggaris 40 x sudah ada disana, jadi klik menu ‘Use Image from the current scene’. Setelah itu, klik Next.
Setalah itu muncul kotak dialaog
lagi seperti ini.
Gambar 13 kotak dialog
calibration wizard 40x (2)
Selanjutnya seret pita merah ya
dengan klik dari tengah-tengah garis pertama dan kedua. Namun, supaya presesi, lebih mudah menyeret pita dari titik terluar garis hingga titik dalam garis berikutnya. Kalau aku buatnya 1 strip aja kayag Gambar 13. di atas. Terus
isi distance nya yang semula 0 µm
menjadi 100 µm.
Nah, sekarang kalau kalian nyeret pita merah 2 strip jadi berapa distancenya? (mikir yaa wkwkwk).
Oke, selanjutnya klik Next dan muncul kotak dialog seperti
ini,
Gambar 14 kotak dialog
calibration wizard 40x (3)
Lalu, klik Finish bla bla itu yaahh…lalu klik next à I am done. Save the results of the session à klik Finish.
Selesai deh kalibrasi 40x..
Lakukan langkah-langkah yang sama
untuk kalibrasi perbesaran 4x dan 10x yaahhh…udah bisa kan yak??? J J
Oke… yuk mari mulai mengukur
panjang…
Caranya buka foto preparat kalian
dengan perbesaran 40x. Klik File à
Open Image. Karena gambar preparat yang kita amati itu perbesaran 40x,
jadi, profile nya harus diganti 40 x
ya…Lihat menu profil di bagian atas ya…Selanjutnya
klik menu Measurements, lalu Tarik
line (garis dari satu titik ke titik yang lain). Nih, aku kasih contoh ngukur
panjang xilem yaa…
Gambar 15. Cara mengukur panjang
objek (measurement)
Nah, kalau sudah selesai tugas
ukur mengukurnya, kalian bisa Save hasil
pengukuran kalian nih di menu Fileà
Save image..
Oke selesai sudah nih kerjaan
ukur mengukurnya J J
Bagaimana Bro n sis, sudah paham
kan?
Oke sekian dulu aku
bercelotehnya. Semoga celotehanku bermanfaat ya…sekian, good byee.















bagaimana jika menggunakan mikroskop stereo? apakah sama cara kalibrasinya?
BalasHapus