Selasa, 12 Februari 2019

Rita Goes to China (Part 3 / Final)


Sesuatu yang ku mulai harus ku selesaikan. Oke, setelah sibuk persiapan seleksi CPNS 2018, kali ini aku akan tamatkan ceritaku tentang my journey in China..J
Oiya, nanti aku bakalan cerita, bagaimana perjalananku dalam seleksi tes CPNS 2018, stay tune yah!

DAY-3 AKHIRNYA BISA LEGA SETELAH PRESENTASI HAHA

Jadwal hari ke-3 ku adalah menghadiri presentasi beberapa Keynote Speaker dari berbagai negara, setelah itu dilanjutkan presentasi oral sesi 1 dan 2 dari para peserta. Nah, kebetulan aku dapat sesi ke-2. Itu, artinya aku harus presentasi hari itu. Sementara, teman-temanku dapat jadwal esok harinya. Oke, aku harus menyiapkan diri dan mengatur napas.
Dengan mengenakan kartu peserta pada leher kami, dan menenteng tas konferens yang berwarna biru, aku dan teman-teman tampak percaya diri memasuki hall Jinma Palace Hotel. Ini pengalaman pertamaku duduk diantara orang-orang dari berbagai negara. Aku tertegun. Beberapa orang melihatku dan mbak Syuk, mungkin karena penampilan kami berjilbab. Tak lama kemudian, datanglah orang-orang Pakistan dan Mesir. Aku pikir, kami tidak sendiri yang minoritas. Oke fine.

Foto: sesi opening


Foto: UGM squad


Setelah selese presentasi oleh Keynote Speakaer, dilanjutkan makan siang. Kami berkumpul satu meja dengan dosen-dosen dari Indonesia (Bu Ari dari UNS dan Bu Diah dari ITB) dan juga Malaysia (Prof. Shafry), ditambah lagi dari Mesir (Dr. Hana). Perkumpulan ini dilatarbelakangi oleh ‘menu makanan halal’ hehe. Pasalnya, banyak masakan China yang tersedia mengandung daging Babi. Tentu, sebagai seorang muslim, kami harus hati-hati dalam memilih makanan, meskipun penampilan makanan-makanan itu begitu menggoda.
Setelah aku berburu, aku hanya mendapatkan Ketela rebus, Jagung rebus, Semangka, Anggur, dan olahan Ikan. Itu ‘makanan khalal’ yang cocok dengan lidahku. Gak seperti teman-temanku yang memilih olahan sayur-sayuran sebagai menu makan siang nya. Jujur saja, aku tak suka masakan China L.

Foto: makanan vegetarian (1)

Foto: makanan halal hehehe

Di acara makan siang tersebut kami berkenalan, dan berbicara tentang diri kita masing-masing, siapa kita, ke China naik pesawat apa, kapan, nginep dimana, penelitian tentang apa, dan lain-lain. Oiya, di momen tersebut kami membuat kesepakatan untuk pergi ke Sanghai (tapi karena keterbatasan waktu, acara ini batal).


Setelah makan siang, tiba waktunya untuk memulai presentasi oral dari peserta sesi 1. Nah, aku dapat sesi 1 paling akhir. Aku sendiri sebenarnya takut dan minder, karena presentasi peserta sebelum aku sangat bagus-bagus, penelitiannya juga hebat-hebat. Tapi, waktu terus berjalan. Mau gak mau, aku harus mengikuti alur. Yap, akhirnya tiba giliranku (peserta terakhir di sesi 1). Aku mengumpulkan keberanianku untuk melangkah ke depan podium. Presentasi ku buka dengan kalimat ‘Good evening every body’. Aku hanya punya waktu 10 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk tanya jawab. Namun, aku tak bisa mengaturnya untuk 10 menit. Ku habiskan waktu 10 menit lebih :D. Alhasil, sang moderator berkata padaku bahwa karena waktunya sudah habis dan sudah memasuki Coffe break time, jadi aku boleh mengakiri presentasiku dan mengambil sertifikat. Aku sendiri kaget. Kenapa seperti itu? Kenapa tidak seperti peserta sebelumnya? Tapi ya sudah lah :D…

Saat coffee break, tiba-tiba aku dihampiri oleh orang Pakistan. Aku kaget. Beliau bilang katanya presentasiku cukup bagus. Wah..aku senang sekali, padahal aku sendiri merasa kurang maksimal karena tidak ada sesi tanya jawab.  Prof Shafry juga menghampiriku dan bilang kalau presentasiku bagus. Ahh, aku tidak bisa menyembunyikan rasa malu ku hehehe :D.
Oiya, pas aku presentasi gak ada dokumentasinya :D, karena teman2ku duduk cukup jauh dibelakang, sementara podiumnya jauh di depan. Gak kelihatan juga klo di foto. 


DAY-4 JALAN-JALAN ASIQUE


Hari itu adalah hari dimana teman-temanku UGM presentasi. Beda dengan sesi presentasiku, presentasi teman-temanku diadakan disebuah ruangan yang lebih kecil. Tentu audiencenya lebih sedikit. Mungkin kalau aku presentasi ditempat yang sekecil ini aku gak akan segitu geroginya kemarin. Tapi ya sudah lah. Semua sudah berlalu.

Waktu makan siang tiba. Kami kembali makan siang bersama ‘Geng’ kami :D. Timbul ide jahat (tapi jangan ditiru ya, tidak baiiqqq :D). Alhamdulillah semua anggota genk sudah presentasi kecuali Mom Hana. Kami berencana absen dari konferens untuk berkeliling sebentar. Tapi mbak syuk, mbak dian, dan aku sendiri tidak tega jika meninggalkan Mom Hana. Akhirnya kami menemani Mom Hana untuk presentasi dan berencana ‘kabur’ saat Coffee Break sore (jam setengah 4 sore). Sementara, mas Khoirul dan Prof. Shafry pergi duluan ke In Long Mall. Bu Ari dan Bu Diah malah jalan sendiri ke Mingqing Shopping District untuk belaja oleh-oleh.

Well, akhirnya kami mengajak Mom Hana menyusul Mas Khoirul dan Prof. Shafry. Kami keluar hotel untuk mencari taksi. Disini sangat susah untuk mencari taksi. Kami tidak punya aplikasi untuk pemesanan taksi online di Hangzhou. Akhirnya kami menyebrang ke jalan yang mungkin dilalui oleh taksi. Setiap taksi yang lewat dan lampunya menyala merah tidak mau berhenti. Padahal tanda merah kan berarti tidak ada penumpang. Kami berjalan lagi agak jauhan, tapi tetap saja susah menyetop taksi. Akhirnya ada taksi yang kelihatannya mau berhenti, tapi malah diserobot seseorang warga Hangzhou yang ada didekat kami. Iklasin deh. Kami tidak putus asa, tetap berusaha cari sampai dapat. Udah tanggung capeknya. Akhirnya kami dapat taksinya.
Oiya, saat mencari taksi aku sempetkan foto-foto jalanan :D

Foto narsis hehehe

Foto sepeda

Foto gedung :D

Foto jalanan :D

Kami tiba di In Long Mall..namun ternyata Prof. Sharfry dan Mas khoirul berada di Supermarket yang ada di sebrang in Long Mall (nggak tau nama supermarketnya apa :D). Akhirnya kami menyebrang lewat penyebrangan bawah tanah. Indonesia kapan ya punya penyebrangan bawah tanah? :D

Aku dan teman-teman sih nggak belanja apa-apa disana. Yang belanja Cuma Mom Hana. Mom Hana belanja banyak bingitss mulai dari koper gede banget, mainan anak-anak untuk boy, dan power bank. Yang nggak dapat cuma kacamata renang. Katanya grandchild banyak dan semuanya minta oleh-oleh. Akhirnya secara dadakan kami sibuk jadi guide buat Mom Hana. Padahal kami pengennya jalan-jalan menikmati suasana kota Hangzhou huhuhu..agak kesel sih sebenernya. Akhirnya mas Khoirul mengajak kami keluar dari supermarket dan menunjukkan tempat yang instragramable. Cukup bagus tempatnya, gaya-gaya Eropa gitu deh. Tanpa buang waktu, akhirnya foto-foto sepuasnya.

Foto UGM squad

Foto bersama Prof. Shafry dan Mom Hanna

Foto bersama lagi :D

Foto narsis lagi :D

Setelah puas foto-fotonya, kami kembali ke hotel untuk ikut dinner dan penutupan acara.  Setelah itu, kami pulang ke hotel kami (jalan kaki).

Foto meja makanan khalal :D

Foto vegetarian food

Foto sesi closing

DAY-5  TOURING ASSIQUE

Yey. Touring is coming... Setelah berpusing-pusing dan bersepaneng ria, akhirnya tiba waktunya untuk Tour. Jadi enaknya konferens ABS dan ABB itu ada kegiatan tournya gratissss :D. Kami bersemangat sekali. Tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah West Lake, Xi Hu, danau air tawar di Hangzhou, Zhejiang. Disana banyak kuil, pagoda dan juga taman. Di sana juga banyak bunga teratai. Sangat indah. Sayangnya cucanya terik sekali. Panas banget. Kami berjalan jauh berkeliling. Oiya perjalananku terganggu karena aku bawa sepatu yang gak nyaman. Sebenarnya aku bawa sandal andalan, tapi aku tinggal di bis. 

Foto West Lake

Foto narsis di depan pintu masuk West Lake

Foto  West Lake View (From internet)

Foto di area West Lake

Foto Bendera Guide kami hehe, biar tidak kesasar

Kami dikasih kesempatan untuk naik perahu cantik yang cukup besar menurutku, soalnya mampu menampung sekitar 50 orang atau lebih. Perahu berjalan mengkelilingi danau. Ada 2 guide perempuan dan laki-laki yang jelasin sejarah gitu, tapi aku gak paham :D apalagi pake Bahasa Mandarin.


Foto Perahu di West Lake (from internet)

Setelah dari West Lake, kami makan siang di sebuah restoran (aku juga nggak tahu namanya, huhuhu maafkan). Seperti biasa makanan khalal versi mereka adalah vegetarian. Padahal aku pengen makan ikan, tapi apa daya di mejaku cuma ada sayur mayur dan kue tradisional gitu. Aku makan kuenya aja.
Oiya, mumpung di restoran ada toilet, aku dan mbak syuk tidak lupa untuk mengambil wudhu dan rencanya Sholat di dalam bus.

Tempat wisata kedua yang kami kunjungi yakni Kuil Lingyin. Eits, kami kesana bukan untuk sembahyang kog hehe, Cuma lihat-lihat aja. Sebelumnya kami diajak berkeliling menelusuri goa yang ada pahatan patung dari batu gitu. Lagi-lagi aku nggak tau namanya, hehe. Aku cuma menikmati aja.  Oiya waktu itu ada model yang lagi pemotretan disana. Jadi rame.

Foto tiket masuk


Foto Patung

Foto Goa


Foto Kuil Ling Yin

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Long jin Ca, tempat pembuatan teh legendaris di Hangzhou. Oiya teh disana tidak hanya dari daun Camellia sinensis kayag di Indo, hehe. Tapi seduhan dari berbagai macam daun, bunga dan kulit buah-buahan. Tinggal pilih deh. Cocok bagi penikmat teh nihh.. dan juga teh disana benar-benar alami loh, tanpa bahan pengawet dan dibuat dengan metode tradisional. Oiya, disana juga diberikan demo cara pembuatan teh dan kita boleh mencicipi. Waktu itu, mbak-mbak bertugas demo kasih segelas kecil teh ke aku tapi aku berikan ke Bapak Pakistan di sebelahku, hehe. Aku sendiri tidak mau mencoba, takut aku muntahin karena gak suka. Malah jadi malu sendiri nanti.

Foto narsis di depan The Master of Tea


Foto Kebun Teh di sana sama aja kayag di Indonesia :D

Akhirnya ketiga tempat sudah selesai kami kunjungi. Acara berakhir dengan disambut hujan yang cukup deras. 


Pertualangan belum berakhir. Waktu di bus tadi, ‘Genk’ kami (UGM Squad, Prof Shafry, Bu Ari dan Bu Diah) punya rencana pergi ke Mingqing Shopping District, tempat jual oleh-oleh gitu deh. Kalau di Indonesia, mirip Malioboro gitu. Rencananya kami semua turun di jalan ketika perjalanan pulang ke JinMa Palace Hotel. Tapi sepertinya panitia conferensnya khawatir jika kami tersesat. Akhirnya panitia memberikan pengumuman siapa saja yang mau pergi ke Mingqing Shopping District. Dan ternyata yang minat cukup banyak. Akhirnya kami semua yang minat pergi kesana turun di jalan bersama mbak panitia cantic Lydia Shi dan temannya. Kami melanjutkan perjalanan naik bus kota. Sementara bus wisata yang kami tumpangi sebelumnya harus mengantarkan peserta konferens lain ke bandara, karena mereka semua akan pulang sore itu juga. Well, mbak-mbak panitianya sangat baik. Biaya naik bus semua dibayarkan. Oiya setahuku untuk naik bus harus punya kartu yang ada saldonya gitu deh, atau kalau tidak punya harus bayar pakai koin (wajib koin ya!).

For your information: Aku udah gak sempat ngambil foto-foto karena lelah dan udah gak mood buat foto-foto

Akhirnya, kami sampai di tengah kota. Sejujurnya kami semua tidak tahu jalan. Oiya Genk kami ketambahan peserta sekitar 6 orang dari Pakistan, India dan Mexico. Mom Hanna juga ikut. Jadi tambah banyak. Bapak-bapak Mexico katanya tinggal di Hangzhou dan cukup tau Hangzhou. Jadi kami semua berjalan mengikuti arahan bapak tadi. Jalannya sangat jauh. Bikin capek. Muter-muter tapi tak tampak pasar malamnya. Karena kami sudah tidak sanggup berjalan lagi akhirnya Prof. Sharfry dan Bapak Mexico tadi mencoba bertanya ke penduduk (Ibu2). Terus dikasih petunjuk gitu malah dianterin si Ibu ke sana. Namun, geng Pakistan dan India sudah menyerah. Mereka memutuskan untuk berpisah dengan kami. Mereka menyusun rencana sendiri. Well, akhirnya kita di antar si Ibu.


Kami hampir tiba di pasar malam. Dan Si Ibu dan Bapak Mexico meninggalkan kami. Personil yang tersisa yaitu Bu Ari, Bu Dyah, Prof Shafry, Mom Hanna, dan UGM squad. Setelah sampai di Mingqing Shopping District, kami berpencar untuk shopping hehe. Oiya disana banyak yang jual kain sutera tapi pendek. Kayak scraft gitu. Mau dibuat jilbab kayagnya kependekkan. Harganya paling murah 25 Yuan. Disini juga banyak  yang jual gantungan kunci, harganya sekitar 10 Yuan-15 Yuan. Menurutku sama aja kog dengan gantungan kunci Malioboro, malahan di Malioboro lebih murah. Lalu ada tempelan kulkas magnet harganya berkisar 10-15 yuan. Ada kipas hargnya berkisar 10-30 Yuan. Bisa dikalkulasi dan dikonvert ke rupiah..mahal banget menurutku. Gantungan kunci di Malioboro aja Rp. 10.000 dapat 5 biji. Di sana 1 bijinya Rp. 20.000,00.

Setelah puas belanja oleh-oleh kami makan di MC D. Aku sendiri lapar banget karena seharian gak cuma makan kue beras. Haus apa lagi.

Waktu semakin malam. Akhirnya kami semua memutuskan untuk pulang ke hotel masing-masing. Hujang datang lagi. Untungnya kami bawa payung. Seperti kata pepatah sedia payung sebelum hujan hehe. Kami semua berjalan ke luar district untuk mencari Taxi. Yah seperti dugaan kami, bahwa sangat susah mencari Taxi disini. Bagian terpaling badmood liburan di China adalah saat nyari Taxi.
Setiap taxi yang kami stop menolak kami. Akhirnya kami berjalan jauh ke luar, namun belum ada taxi yang mau menerima kami. Kami tak putus asa. Kami ikuti feeling Prof. Shafry untuk mencari Taxi di sebelah sana. Lalu kami jalan lagi sampai gempor kaki nih. Alhamdulillah dapat 1 taxi dengan susah payah. Namun, kami berikan taxi tersebut untuk dinaiki oleh Prof Shafry, Bu Diah, Bu Ari, dan Mom Hanna. Akhirnya kami generasi muda (wkwkwkw) ngemper lagi nyari taxi. Kami tanya penduduk disana memang kalau jam malam gini, taxi udah jarang. Dalam pikirku, siang aja susah. sama-sama susah, huft. Akhirnya 'sang penolong datang'. Ada bapak-bapak yang nawari tumpangan tapi dengan imbalan (aku lupa imbalannya berapa tapi yang jelas muahaalll). Kami berusaha membuat penawaran, tapi bapaknya menolak. Berhubung kami semua sudah capek banget akhirnya kami menerima tawaran tersebut. Akhirnya kami di antar pulang ke hotel.

ESOK HARINYA....

Jadwal penerbangan kami malam hari. Harusnya kami bisa menghabiskan sisa waktu 20 jam.an untuk liburan. Namun, badan kami terlalu lelah. Kami bangun agak siang dan memutuskan untuk langsung ke bandara siang itu juga. Tadinya berencana mau ke masjid untuk sholat dhuhur disana tapi batal. Kenapa bisa batal? yah karena Taxi. Lagi-lagi kami susah mendapatkan taxi. Udah hampir 1 jam.an kayagnya nongkrong di jalan. Akhirnya kami dapat taxi. Waktu kami bilang ke supir taxi buat antar kami ke masjid, supirnya gak paham. Ya udah deh akhirnya kita langsung ke bandara saja. Padahal jadwal penerbangan kami kan masih malam nanti. Akhirnya ngemper di bandara. Oiya kami pulang 1 pesawat sama Prof. Shafry loh :D. Kita ke Malaysia buat Jalan-jalan dulu.


Itulah perjalananku ke China. Kebanyakan badmoodnya gara-gara taxi :D, tapi aku menikmati setiap detik perjalananku kog. Apalagi waktu itu perjalanan pertamaku ke luar negeri. Semoga ada perjalanan kedua, ketiga, dst. Aamiin. Terimkasih ya Allah atas kesempatan ini. 

See you ya gaes..
Look forward my next story!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar