Minggu, 07 April 2019

Lika-liku Perjalananku Mengikuti Seleksi CPNS Kemenag 2018

Halloo nitizen..sesuai dengan my promise, kali ini aku ngepost tentang lika-liku perjalananku mengikuti seleksi CPNS Kemenag 2018. Sebenarnya tulisan ini sudah aku buat lama untuk mengikuti lomba nulis Cerpen yang diadakan oleh Kemenag, but sayang seribu sayang, TIDAK MENANG, hehehe. It’s okay…di blog pribadiku aku bisa tulis panjang lebar sepuasnya deh (gak ada batasan kayag lomba Cerpen tadi yang mesti maksimal 1.500 kata [asseekk :D].

Oiya..mungkin sebagian orang menganggap perjuanganku itu biasa-biasa aja alias kurang greget. Kalau dibandingin dengan perjuangan pelamar CPNS yang tinggal di 3T atau latar belakang ekonomi keluarga yang sangat kurang,  ibu yang mengandung 9 bulan, calon pengantin yang nikah H-1 pelaksanaan test, pejuang CPNS sejati yang udah berkali-kali ikut tes namun gagal, atau penderita difabel, tentu perjuanganku akan terlihat biasa-biasa saja, hehe. Tapi justru aku semakin bersyukur, karena Allah SWT mempermudah jalanku dan ini adalah pertama kalinya aku mengikuti seleksi CPNS di umurku yang ke-25 (hehehe). Terima kasih ya Allah.

Well, aku mulai ceritanya yah..

Selasa, 15 Januari 2019 adalah hari yang paling mendebarkan selama hidupku. Hari itu adalah hari pengumuman kelulusan seleksi akhir CPNS Kemenag 2018. Hari itu adalah hari yang spesial. Kenapa bisa begitu? Karena aku tidak hanya memperjuangkan mimpiku saja, namun juga mimpi kedua orang tuaku. Hal yang paling membahagiakan bagiku adalah membahagiakan kedua orang tuaku. Penantian yang cukup panjang, akhirnya membuahkan kabar bahagia. Alhamdulillah, aku masuk peringkat 5 dari 7 formasi yang dibutuhkan. Itu artinya, aku lolos seleksi akhir CPNS Kemenag 2018. Rasa syukur tak henti-hentinya, ku panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan amanah itu padaku.  Terima kasih ya Allah. Tak lupa, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuaku; my twin sister dan kakak-kakakku; dosen/guru-guruku; dan juga semua orang yang selalu mendoakan aku.

Bulan Juli 2018 lalu, aku diwisuda di Universitas Gadjah Mada dan mendapatkan gelar M.Sc. Tentu, setelah lulus aku ingin segera mendapatkan pekerjaan. Waktu itu, aku mendengar kabar bahwa akan ada seleksi CPNS 2018, namun belum diketahui pasti kapan jadwalnya. Kedua orang tuaku memintaku untuk sabar dan menunggu informasi seleksi CPNS 2018. Namun, rasanya malu bila harus membiarkan diri ini berdiam diri di rumah sementara kabar tentang CPNS pun masih belum jelas. Akhirnya aku memutuskan membuat surat lamaran pekerjaan dan kusebar di berbagai sekolah (SMA) di Jepara. Sembari menunggu panggilan kerja, aku kerja freelance (ngajar di Bimbel, private (di rumahku), dan persiapan OSK Biologi di MAN 1 Jepara). Oiya, ternyata melamar kerja tak semudah yang aku bayangkan. Sebelum ini aku coba-coba ikutan SODP BRI Syariah, namun gagal di tahap wawancara awal. Kapan-kapan deh aku bakal ngepost pengalamanku dalam melamar kerja. Stay tune!

Akhirnya pada bulan September 2018, informasi CPNS 2018 dirilis. Aku sangat senang. Aku adalah tipe orang yang penuh pertimbangan dalam memutuskan suatu hal. Aku memikirkan matang-matang mengenai formasi yang akan kupilih. Setelah berdiskusi dengan keluargaku, akhirnya aku memutuskan untuk melamar formasi dosen Biologi. Sebenarnya aku pengen banget ambil formasi guru. Namun, formasi guru yang ada di Jawa Tengah sangat sedikit dan peminatnya ratusan orang. Tau sendiri kan lulusan S1 pendidikan jumlahnya membludak tidap tahun? Hehehehe. Kenapa nggak memilih formasi guru di daerah lain? Prinsipku, kalau boleh memiilih daerah yang dekat dengan rumah, kenapa tidak? Hehehe. Terlebih lagi, selain nantinya aku berkewajiban mengabdi pada negara, aku juga memiliki kewajiban merawat orangtuaku yang semakin menua. Kalau aku tinggal di luar pulau jawa, siapa yang akan merawat orang tuaku? Dan di luar pulau Jawa juga memiliki lulusan sarjana/magister putra daerah yang juga dapat mengabdikan diri mereka di daerah kelahirannya masing-masing. Jadi pilihanku sekaligus memberikan kesempatan untuk putra daerah untuk mengabdi dan berkarya hehehe. (Banyak alasan banget ya aku, hehe jangan ditiru ya…)

Well, aku melirik 2 Kementerian yang menawarkan formasi dosen Biologi, yakni Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI dan Kementerian Agama RI. Aku memilih formasi yang memiliki peluang lebih tinggi untuk lolos dan kalau bisa yang tempat kerjanya dekat dengan rumah, hehehe. Akhirnya, aku memutuskan untuk melamar Formasi Dosen Biologi (Jalur Cumlaude) di UIN Walisongo Semarang, ikut Kemenag RI. Sebenarnya aku takut karena aku sendiri bukan alumni UIN Walisongo. Belum lagi nanti kalau bersaing dengan dosen kontrak yang sudah ngajar lebih dulu di sana dan tentu jam terbang ngajarnya tinggi. Namun, aku percaya bahwa seleksi CPNS 2018 insyaallah fair dan Allah telah mengatur rezeki seseorang. Insyaallah, rezeki tidak akan pernah tertukar.  

Seperti halnya teman-teman yang lain, aku juga mengalami kendala saat registrasi online untuk seleksi administrasi. Server down. Pasalnya, pendaftar CPNS tahun 2018 jumlahnya jutaan. Di Kemenag sendiri, jumlah pendaftar mencapai 265.273 orang. Belum lagi dari instansi-instansi lain. Aku memilih waktu jam tidur (sekitar pukul 00.00-04.00 WIB) untuk melakukan registrasi online. Aku menginap di rumah mbakku yang ada WIFInya. Namun, masih saja website sulit diakses. Hingga tanggal 30 September 2018, website sscn sedang tahap maintenance. Batas akhir pendaftaran kalau tidak salah 8 Oktober, namun akhirnya diundur sampai tanggal 15 Oktober 2018. Momen-momen ini bikin khawatir, takut kehabisan waktu, karena server yang sulit diakses. Aku berusaha agar bisa registrasi sebelum tanggal 8. Akhirnya, aku berhasil melakukan registrasi pada tanggal 2 Oktober 2018.

Setelah itu, aku mengirimkan berkas ke satker (UIN Walisongo Semarang). Sebenarnya, tahap ini tidak terlalu sulit, bahkan setiap format berkas yang dikirim ke Satker, sudah dijalaskan di IG Kemenag dengan jelas. Namun, pertanyaan para nitizen di kolom komentar instagram malah membuat aku jadi bingung sendiri, hehehe. Mulai dari pertanyaat tentang surat lamaran diketik atau ditulistangan, jenis dan ukuran font, ligalisir Ijazah dan sertifikat BANPT, dan masih banyak lagi. Aku tetap menyimak setiap pertanyaan karena tahap ini adalah tahap awal dan aku harus memastikan diriku untuk lolos seleksi administrasi supaya aku bisa ikut SKD. Setelah semua berkasku lengkap, aku mengirimkan berkas lewat POS di hari Jumat (5 September 2018). Tiba-tiba, keraguanku muncul, setelah aku menonton Live IG Kemenag, yang menginformasikan bahwa keterangan formasi dari potongan kartu pendaftaran ditempel di ampolp kiri atas. Aku benar-benar cemas, sumpah!. Akhirnya, hari Senin nya, aku ke UIN Walisongo Semarang, hanya untuk mengganti amplop. BTW, ini adalah hal terkonyol yang pernah aku lakukan, hehehe :D [jangan ditiru yaa]. Aku kesana diantar Bapakku naik motor PP dari Jepara-Semarang. Dulu aku berani motoran sendirian Jepara-Semarang, tapi sekarang aku jarang motoran jarak jauh. Jadi aku dianter naik motor sama bapak. Maklum gak punya mobil (doakan ya supaya tahun depan punya mobil sendiri hehehe). Bapakku memang selalu mendukungku. Ia tak pernah lelah mengantarkanku ke pintu gerbang kesuksesan. Love Bapakkee

Rabu, 24 Oktober 2018. Akhirnya pengumuman seleksi administrasi dirilis. Alhamdulillah, aku lolos. Jumlah pendaftar di formasi yang aku pilih yakni 18 orang. Namun, gugur 3 orang. Akhirnya hanya 15 orang yang ikut SKD. Formasi yang dibutuhkan 7 orang. Lumayan banyak. That’s why, salah satu alasan aku memilih formasi di UIN Walisongo Semarang.

        Sebenarnya, jarak waktu akhir pendaftaran dan pengumuman cukup lama, bahkan tidak ada yang tahu kapan pengumuman akan dirilis. Aku pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk belajar SKD. Aku belajar materi dan latihan soal dari buku persiapan seleksi CPNS yang aku beli di Jogja (tebelnya masyaallah :p). Aku juga membeli buku saku UUD 1945, dan ketika luang aku membacanya, hingga hafal, hehehe. Kalau sekarang ditanya, aku sudah lupa :D. Tes SKD kali ini, aku belajar sungguh-sungguh. Meskipun banyak orang yang bilang kalau seleksi CPNS itu bergantung pada nasib. “Percuma belajar, nggak akan keluar di soal !”. Sungguh kalimat tersebut menyakitkan. Namun, aku percaya, tidak ada hasil yang menghianati usaha. Aku belajar sebagai bentuk ikhtiarku. Dan tentunya, aku selalu berdoa kepada Allah, semoga ikhtiarku ini akan membuahkan hasil.



Foto: amunisi andalanku wkwkwk


Aku mendapatkan jadwal SKD pada hari Kamis, 8 November 2018 di GOR PATRIOT KODAM IV/DIPONEGORO, Semarang, pukul 14.30-16.00 WIB. Sebelumnya, aku mendapat informasi bahwa pelaksanaan tes SKD di instansi lain molor. Misal dapat jadwal tes di siang hari, tesnya jadi tengah malam. Rasanya tidak adil mengerjakan tes pada jam-jam istirahat. Apalagi kondisi badan sudah capek karena menunggu sedari siang. Bahkan, ada instansi yang mengundur jadwal di hari H pelaksanaan tes, seperti yang dialami oleh tetanggaku. Kasihan sekali peserta yang tempat tinggalnya jauh, harus bolak-balik dan tentu membutuhkan ongkos yang tidak sedikit. Beruntungnya aku mengikuti seleksi CPNS di Kemenag, karena hal semacam itu tidak terjadi. Aku salut karena pelaksanaan seleksi CPNS di kemenag tepat waktu. Walaupun aku harus melalui masa menunggu (salahku sendiri, aku datangnya kepagian :D).

SKD berbasis CAT terdiri dari 3 sub yakni TWK, TIU dan TKP, dikerjakan dalam waktu 90 menit. Sebelumnya aku mendengar bahwa tes yang paling menjatuhkan adalah TKP. Namun, aku sedikit tenang, karena aku ikut jalur Cumlaude. Aku hanya perlu mendapatkan nilai TIU di atas 85 dengan jumlah total minimal 298.  Tapi aku tidak mau terlena. Aku kerjakan dengan sungguh-sungguh semua soal. Alhamdulillah, aku mendapatkan skor yang cukup baik: TWK (145), TIU (100) dan TKP (133). Sebenarnya aku sedih karena TKP kurang dari 143. Tapi tidak mengapa, yang terpenting insyaallah aku berkesempatan ikut tes SKB nantinya.

            Setelah penantian yang cukup lama, akhirnya pengumuman kelulusan SKD dirilis pada hari Selasa, 19 Desember 2018. Alhamdulillah aku lolos SKD dan menempati posisi 2 dari 11 pelamar yang lolos SKD. Artinya, 4 orang harus tereliminasi di SKB untuk mengisi 7 formasi. Walaupun aku berada di posisi 2, tentu aku tidak boleh senang dulu. Hal ini karena sainganku adalah orang-orang yang hebat dan punya pengalaman mengajar yang banyak. Sementara aku, masih newbie (alias fresh graduate) yang pengalamannya masih sedikit. Namun, aku tidak berkecil hati, justru aku semakin semangat belajar untuk SKB.  

Tes SKB terdiri dari tes psikotes, wawancara dan praktik kerja. Untuk persiapan SKB, aku lebih menekankan ke tahap wawancara dan praktik kerja, karena tes psikotes sudah aku pelajari waktu SKD dulu. Oiya, kemenag itu lain dari yang lain. Walaupun aku daftar formasi dosen umum (bukan berkaitan dengan ilmu keagamaan), aku tetap harus belajar tentang keagamaan. Jadi, di tahap wawancara, tidak hanya materi kebangsaan yang ditanyakan, tetapi juga keagamaan. Oleh karena itu, aku persiapkan bekalku mulai dari dari hafalan surat-surat pendek, tajwid, dan doa harian Aku juga membuat RPS, modul dan PPT untuk microteaching.

Tes SKB UIN Walisongo dilaksanakan di Hotel Setos Semarang (17-19 Desember 2018). Aku berusaha keras selama tes. Setelah tes psikotes selesai, aku benar-benar pasrah, karena ada beberapa soal yang tidak bisa kukerjakan (karma akibat menganggap remeh test psikotes :D jangan ditiru yaa :p). Aku kembali ke hotel di daerah pecinan tempatku menginap.  Hotel yang lebih murah dan cocok dikantong hehe. Sore harinya, jadwal test wawancara dan psikotes keluar. Aku mendapat jadwal wawancara dan praktik kerja pada tanggal 18 Desember 2018 pukul 15.00-17.00 WIB. Aku tak punya cukup banyak waktu buat belajar. Aku kembali me-refresh hafalanku, memperbanyak baca artikel dan membuat argument untuk setiap artikel biar aku paham, latihan microteaching dengan suara keras (maapkann bikin bising).

Yey. Fighting day is coming. Aku datang 1 jam lebih awal naik gojek. Dan ternyata jadwalnya molor huhuhu :(. Aku sendiri baru tes sekitar pukul 20.30 WIB. Aku tidak membawa bekal makanan dan malas untuk kebawah beli makanan. Sebenarnya aku bisa aja order makanan online, tapi aku memilih menahan rasa lapar dan belajar saja. Maklum jantung ini masih dagdigdug derr. Saat menunggu waktu tes, aku mengobrol dengan pejuang CPNS lainnya, jadi tidak begitu membosankan.
Akhirnya giliranku. Deg-degan rasanya. Tapi aku lalui semuanya dengan Bismillah. Oiya aku coba ingat-ingat daftar pertanyaan yang ditanyakan seputar apa, siapa tau kalian wahai nitizen membutuhkan hehe. Pertanyaan pertama standar tentang biodata diri, ditanyain asalnya mana, lulusan mana, tahun berapa, S1 nya dimana, udah kerja apa belum, pernah ngajar dimana? Dan lain-lain. Selanjutnya, diminta praktik sholat subuh. Tapi setelah aku konfirmasi, aku cuma disuruh melafalkan bacaan sholatnya aja dari takbir-iftitah-surat al-fatikhah-bacaan surat-ruku’-I’tidal-langsung ditutup bacaan qunut ( jadi jelas nggak pake gerakan sholat). Reviwernya benar-benar memperhatikan sampai aku jadi gerogi. Hehehe. Oiya waktu aku mau baca surat al-kafirun, reviwernya langsung memotong, dan minta ganti yang sedikit panjang. Duh aku bingung, akhirnya aku pilih surat As-Syams. Hehehe. Lalu reviewer membuka al-quran secara acak, dan aku diminta membacanya. Setelah itu, ada sesi pertanyaan yang bikin aku drop, yakni reviewer membaca ayat di komputernya, lalu ia menanyakan maksud ayat yang dibaca apa. Jujur aku tidak tahu arti dan maksudnya dan aku katakan kalau aku tidak tahu. Aku benar-benar pasrah. Apapun hasilnya, semoga itu adalah yang terbaik untukku. Lalu, aku diminta nulis arab (lafadz taawudz dan ayat 1 dari surat al-kautsar). Kali ini aku sedikit lega, aku mendapat pujian. Kata para reviewer tulisan tanganku cukup bagus hehehe. Pertanyaan lain tentang khilafah, ideology Pancasila, HTI, kelompok/organisasi yang anarkis, indikasi organisasi yang bertentangan dengan idiologi di kalangan kampus, bid’ah, komitmen kita terhadap negara, dan lain-lain. Kalau pertanyaan seputar kampus dan bidang keahlian ditanyakan waktu sesi microteaching. Oiya waktu microteaching diharuskan pakai Bahasa selain Bahasa Indonesia. Aku disuruh pilih antara Bahasa Arab dan English. Akhirnya aku pilih English. Dan yaa….microtechingku distop di tengah-tengah. Katanya beliau-beliau sudah bisa menilai. Benar-benar pasrah lah aku. Jadi semakin tidak tenang, takut hasilnya kurang maksimal. Wallahu a’lam. Aku tidak putus berdoa.

Menurutku, pengumuman akhir CPNS 2018 Kemenag terbilang cukup lama. Namun, itu wajar karena pelamar CPNS Kemenag memang banyak. Aku turut merasakan kegelisahan seperti yang dialami para nitizen di akun SOSMED. Apalagi saat fenomena ‘DRH’ di akun SSCN, hehehe. Setiap 1 jam, aku membuka telegram, IG, atau twitter untuk memantau info pengumuman. Sampai pada akhirnya, pengumuman kelulusan akhir CPNS 2018 Kemenag rilis pada 15 Januari 2018. Ohiya, ternyata dugaanku benar. Nilai SKBku memang kurang memuaskan, namun skor SKD-ku menyelamatkanku. Posisiku turun, dari posisi 2 menjadi posisi 5. Alhamdulillah masih masuk 7 besar. Terimakasih ya Allah. Semoga aku bisa amanah dalam menjalankan tugasku dan bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara Indonesia. Aamiin.

Sekian pengalamanku. Happy reading :D

Oiya saat ini sedang proses pengeNIPan di BKN. Mohon doanya untuk saya, semoga semua lancar, dapat NIP dan SK, dan mulai ngajar di semester baru. Aamiin. Pasalnya, ada calon ASN yang ternyata TMS, namun sejauh ini insyaallah syarat dan berkas yang ku kumpulkan sudah sesuai dengan yang disyaratkan di permenpan. semoga lancar Aamiin

Selasa, 12 Februari 2019

Rita Goes to China (Part 3 / Final)


Sesuatu yang ku mulai harus ku selesaikan. Oke, setelah sibuk persiapan seleksi CPNS 2018, kali ini aku akan tamatkan ceritaku tentang my journey in China..J
Oiya, nanti aku bakalan cerita, bagaimana perjalananku dalam seleksi tes CPNS 2018, stay tune yah!

DAY-3 AKHIRNYA BISA LEGA SETELAH PRESENTASI HAHA

Jadwal hari ke-3 ku adalah menghadiri presentasi beberapa Keynote Speaker dari berbagai negara, setelah itu dilanjutkan presentasi oral sesi 1 dan 2 dari para peserta. Nah, kebetulan aku dapat sesi ke-2. Itu, artinya aku harus presentasi hari itu. Sementara, teman-temanku dapat jadwal esok harinya. Oke, aku harus menyiapkan diri dan mengatur napas.
Dengan mengenakan kartu peserta pada leher kami, dan menenteng tas konferens yang berwarna biru, aku dan teman-teman tampak percaya diri memasuki hall Jinma Palace Hotel. Ini pengalaman pertamaku duduk diantara orang-orang dari berbagai negara. Aku tertegun. Beberapa orang melihatku dan mbak Syuk, mungkin karena penampilan kami berjilbab. Tak lama kemudian, datanglah orang-orang Pakistan dan Mesir. Aku pikir, kami tidak sendiri yang minoritas. Oke fine.

Foto: sesi opening


Foto: UGM squad


Setelah selese presentasi oleh Keynote Speakaer, dilanjutkan makan siang. Kami berkumpul satu meja dengan dosen-dosen dari Indonesia (Bu Ari dari UNS dan Bu Diah dari ITB) dan juga Malaysia (Prof. Shafry), ditambah lagi dari Mesir (Dr. Hana). Perkumpulan ini dilatarbelakangi oleh ‘menu makanan halal’ hehe. Pasalnya, banyak masakan China yang tersedia mengandung daging Babi. Tentu, sebagai seorang muslim, kami harus hati-hati dalam memilih makanan, meskipun penampilan makanan-makanan itu begitu menggoda.
Setelah aku berburu, aku hanya mendapatkan Ketela rebus, Jagung rebus, Semangka, Anggur, dan olahan Ikan. Itu ‘makanan khalal’ yang cocok dengan lidahku. Gak seperti teman-temanku yang memilih olahan sayur-sayuran sebagai menu makan siang nya. Jujur saja, aku tak suka masakan China L.

Foto: makanan vegetarian (1)

Foto: makanan halal hehehe

Di acara makan siang tersebut kami berkenalan, dan berbicara tentang diri kita masing-masing, siapa kita, ke China naik pesawat apa, kapan, nginep dimana, penelitian tentang apa, dan lain-lain. Oiya, di momen tersebut kami membuat kesepakatan untuk pergi ke Sanghai (tapi karena keterbatasan waktu, acara ini batal).


Setelah makan siang, tiba waktunya untuk memulai presentasi oral dari peserta sesi 1. Nah, aku dapat sesi 1 paling akhir. Aku sendiri sebenarnya takut dan minder, karena presentasi peserta sebelum aku sangat bagus-bagus, penelitiannya juga hebat-hebat. Tapi, waktu terus berjalan. Mau gak mau, aku harus mengikuti alur. Yap, akhirnya tiba giliranku (peserta terakhir di sesi 1). Aku mengumpulkan keberanianku untuk melangkah ke depan podium. Presentasi ku buka dengan kalimat ‘Good evening every body’. Aku hanya punya waktu 10 menit untuk presentasi dan 5 menit untuk tanya jawab. Namun, aku tak bisa mengaturnya untuk 10 menit. Ku habiskan waktu 10 menit lebih :D. Alhasil, sang moderator berkata padaku bahwa karena waktunya sudah habis dan sudah memasuki Coffe break time, jadi aku boleh mengakiri presentasiku dan mengambil sertifikat. Aku sendiri kaget. Kenapa seperti itu? Kenapa tidak seperti peserta sebelumnya? Tapi ya sudah lah :D…

Saat coffee break, tiba-tiba aku dihampiri oleh orang Pakistan. Aku kaget. Beliau bilang katanya presentasiku cukup bagus. Wah..aku senang sekali, padahal aku sendiri merasa kurang maksimal karena tidak ada sesi tanya jawab.  Prof Shafry juga menghampiriku dan bilang kalau presentasiku bagus. Ahh, aku tidak bisa menyembunyikan rasa malu ku hehehe :D.
Oiya, pas aku presentasi gak ada dokumentasinya :D, karena teman2ku duduk cukup jauh dibelakang, sementara podiumnya jauh di depan. Gak kelihatan juga klo di foto. 


DAY-4 JALAN-JALAN ASIQUE


Hari itu adalah hari dimana teman-temanku UGM presentasi. Beda dengan sesi presentasiku, presentasi teman-temanku diadakan disebuah ruangan yang lebih kecil. Tentu audiencenya lebih sedikit. Mungkin kalau aku presentasi ditempat yang sekecil ini aku gak akan segitu geroginya kemarin. Tapi ya sudah lah. Semua sudah berlalu.

Waktu makan siang tiba. Kami kembali makan siang bersama ‘Geng’ kami :D. Timbul ide jahat (tapi jangan ditiru ya, tidak baiiqqq :D). Alhamdulillah semua anggota genk sudah presentasi kecuali Mom Hana. Kami berencana absen dari konferens untuk berkeliling sebentar. Tapi mbak syuk, mbak dian, dan aku sendiri tidak tega jika meninggalkan Mom Hana. Akhirnya kami menemani Mom Hana untuk presentasi dan berencana ‘kabur’ saat Coffee Break sore (jam setengah 4 sore). Sementara, mas Khoirul dan Prof. Shafry pergi duluan ke In Long Mall. Bu Ari dan Bu Diah malah jalan sendiri ke Mingqing Shopping District untuk belaja oleh-oleh.

Well, akhirnya kami mengajak Mom Hana menyusul Mas Khoirul dan Prof. Shafry. Kami keluar hotel untuk mencari taksi. Disini sangat susah untuk mencari taksi. Kami tidak punya aplikasi untuk pemesanan taksi online di Hangzhou. Akhirnya kami menyebrang ke jalan yang mungkin dilalui oleh taksi. Setiap taksi yang lewat dan lampunya menyala merah tidak mau berhenti. Padahal tanda merah kan berarti tidak ada penumpang. Kami berjalan lagi agak jauhan, tapi tetap saja susah menyetop taksi. Akhirnya ada taksi yang kelihatannya mau berhenti, tapi malah diserobot seseorang warga Hangzhou yang ada didekat kami. Iklasin deh. Kami tidak putus asa, tetap berusaha cari sampai dapat. Udah tanggung capeknya. Akhirnya kami dapat taksinya.
Oiya, saat mencari taksi aku sempetkan foto-foto jalanan :D

Foto narsis hehehe

Foto sepeda

Foto gedung :D

Foto jalanan :D

Kami tiba di In Long Mall..namun ternyata Prof. Sharfry dan Mas khoirul berada di Supermarket yang ada di sebrang in Long Mall (nggak tau nama supermarketnya apa :D). Akhirnya kami menyebrang lewat penyebrangan bawah tanah. Indonesia kapan ya punya penyebrangan bawah tanah? :D

Aku dan teman-teman sih nggak belanja apa-apa disana. Yang belanja Cuma Mom Hana. Mom Hana belanja banyak bingitss mulai dari koper gede banget, mainan anak-anak untuk boy, dan power bank. Yang nggak dapat cuma kacamata renang. Katanya grandchild banyak dan semuanya minta oleh-oleh. Akhirnya secara dadakan kami sibuk jadi guide buat Mom Hana. Padahal kami pengennya jalan-jalan menikmati suasana kota Hangzhou huhuhu..agak kesel sih sebenernya. Akhirnya mas Khoirul mengajak kami keluar dari supermarket dan menunjukkan tempat yang instragramable. Cukup bagus tempatnya, gaya-gaya Eropa gitu deh. Tanpa buang waktu, akhirnya foto-foto sepuasnya.

Foto UGM squad

Foto bersama Prof. Shafry dan Mom Hanna

Foto bersama lagi :D

Foto narsis lagi :D

Setelah puas foto-fotonya, kami kembali ke hotel untuk ikut dinner dan penutupan acara.  Setelah itu, kami pulang ke hotel kami (jalan kaki).

Foto meja makanan khalal :D

Foto vegetarian food

Foto sesi closing

DAY-5  TOURING ASSIQUE

Yey. Touring is coming... Setelah berpusing-pusing dan bersepaneng ria, akhirnya tiba waktunya untuk Tour. Jadi enaknya konferens ABS dan ABB itu ada kegiatan tournya gratissss :D. Kami bersemangat sekali. Tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah West Lake, Xi Hu, danau air tawar di Hangzhou, Zhejiang. Disana banyak kuil, pagoda dan juga taman. Di sana juga banyak bunga teratai. Sangat indah. Sayangnya cucanya terik sekali. Panas banget. Kami berjalan jauh berkeliling. Oiya perjalananku terganggu karena aku bawa sepatu yang gak nyaman. Sebenarnya aku bawa sandal andalan, tapi aku tinggal di bis. 

Foto West Lake

Foto narsis di depan pintu masuk West Lake

Foto  West Lake View (From internet)

Foto di area West Lake

Foto Bendera Guide kami hehe, biar tidak kesasar

Kami dikasih kesempatan untuk naik perahu cantik yang cukup besar menurutku, soalnya mampu menampung sekitar 50 orang atau lebih. Perahu berjalan mengkelilingi danau. Ada 2 guide perempuan dan laki-laki yang jelasin sejarah gitu, tapi aku gak paham :D apalagi pake Bahasa Mandarin.


Foto Perahu di West Lake (from internet)

Setelah dari West Lake, kami makan siang di sebuah restoran (aku juga nggak tahu namanya, huhuhu maafkan). Seperti biasa makanan khalal versi mereka adalah vegetarian. Padahal aku pengen makan ikan, tapi apa daya di mejaku cuma ada sayur mayur dan kue tradisional gitu. Aku makan kuenya aja.
Oiya, mumpung di restoran ada toilet, aku dan mbak syuk tidak lupa untuk mengambil wudhu dan rencanya Sholat di dalam bus.

Tempat wisata kedua yang kami kunjungi yakni Kuil Lingyin. Eits, kami kesana bukan untuk sembahyang kog hehe, Cuma lihat-lihat aja. Sebelumnya kami diajak berkeliling menelusuri goa yang ada pahatan patung dari batu gitu. Lagi-lagi aku nggak tau namanya, hehe. Aku cuma menikmati aja.  Oiya waktu itu ada model yang lagi pemotretan disana. Jadi rame.

Foto tiket masuk


Foto Patung

Foto Goa


Foto Kuil Ling Yin

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Long jin Ca, tempat pembuatan teh legendaris di Hangzhou. Oiya teh disana tidak hanya dari daun Camellia sinensis kayag di Indo, hehe. Tapi seduhan dari berbagai macam daun, bunga dan kulit buah-buahan. Tinggal pilih deh. Cocok bagi penikmat teh nihh.. dan juga teh disana benar-benar alami loh, tanpa bahan pengawet dan dibuat dengan metode tradisional. Oiya, disana juga diberikan demo cara pembuatan teh dan kita boleh mencicipi. Waktu itu, mbak-mbak bertugas demo kasih segelas kecil teh ke aku tapi aku berikan ke Bapak Pakistan di sebelahku, hehe. Aku sendiri tidak mau mencoba, takut aku muntahin karena gak suka. Malah jadi malu sendiri nanti.

Foto narsis di depan The Master of Tea


Foto Kebun Teh di sana sama aja kayag di Indonesia :D

Akhirnya ketiga tempat sudah selesai kami kunjungi. Acara berakhir dengan disambut hujan yang cukup deras. 


Pertualangan belum berakhir. Waktu di bus tadi, ‘Genk’ kami (UGM Squad, Prof Shafry, Bu Ari dan Bu Diah) punya rencana pergi ke Mingqing Shopping District, tempat jual oleh-oleh gitu deh. Kalau di Indonesia, mirip Malioboro gitu. Rencananya kami semua turun di jalan ketika perjalanan pulang ke JinMa Palace Hotel. Tapi sepertinya panitia conferensnya khawatir jika kami tersesat. Akhirnya panitia memberikan pengumuman siapa saja yang mau pergi ke Mingqing Shopping District. Dan ternyata yang minat cukup banyak. Akhirnya kami semua yang minat pergi kesana turun di jalan bersama mbak panitia cantic Lydia Shi dan temannya. Kami melanjutkan perjalanan naik bus kota. Sementara bus wisata yang kami tumpangi sebelumnya harus mengantarkan peserta konferens lain ke bandara, karena mereka semua akan pulang sore itu juga. Well, mbak-mbak panitianya sangat baik. Biaya naik bus semua dibayarkan. Oiya setahuku untuk naik bus harus punya kartu yang ada saldonya gitu deh, atau kalau tidak punya harus bayar pakai koin (wajib koin ya!).

For your information: Aku udah gak sempat ngambil foto-foto karena lelah dan udah gak mood buat foto-foto

Akhirnya, kami sampai di tengah kota. Sejujurnya kami semua tidak tahu jalan. Oiya Genk kami ketambahan peserta sekitar 6 orang dari Pakistan, India dan Mexico. Mom Hanna juga ikut. Jadi tambah banyak. Bapak-bapak Mexico katanya tinggal di Hangzhou dan cukup tau Hangzhou. Jadi kami semua berjalan mengikuti arahan bapak tadi. Jalannya sangat jauh. Bikin capek. Muter-muter tapi tak tampak pasar malamnya. Karena kami sudah tidak sanggup berjalan lagi akhirnya Prof. Sharfry dan Bapak Mexico tadi mencoba bertanya ke penduduk (Ibu2). Terus dikasih petunjuk gitu malah dianterin si Ibu ke sana. Namun, geng Pakistan dan India sudah menyerah. Mereka memutuskan untuk berpisah dengan kami. Mereka menyusun rencana sendiri. Well, akhirnya kita di antar si Ibu.


Kami hampir tiba di pasar malam. Dan Si Ibu dan Bapak Mexico meninggalkan kami. Personil yang tersisa yaitu Bu Ari, Bu Dyah, Prof Shafry, Mom Hanna, dan UGM squad. Setelah sampai di Mingqing Shopping District, kami berpencar untuk shopping hehe. Oiya disana banyak yang jual kain sutera tapi pendek. Kayak scraft gitu. Mau dibuat jilbab kayagnya kependekkan. Harganya paling murah 25 Yuan. Disini juga banyak  yang jual gantungan kunci, harganya sekitar 10 Yuan-15 Yuan. Menurutku sama aja kog dengan gantungan kunci Malioboro, malahan di Malioboro lebih murah. Lalu ada tempelan kulkas magnet harganya berkisar 10-15 yuan. Ada kipas hargnya berkisar 10-30 Yuan. Bisa dikalkulasi dan dikonvert ke rupiah..mahal banget menurutku. Gantungan kunci di Malioboro aja Rp. 10.000 dapat 5 biji. Di sana 1 bijinya Rp. 20.000,00.

Setelah puas belanja oleh-oleh kami makan di MC D. Aku sendiri lapar banget karena seharian gak cuma makan kue beras. Haus apa lagi.

Waktu semakin malam. Akhirnya kami semua memutuskan untuk pulang ke hotel masing-masing. Hujang datang lagi. Untungnya kami bawa payung. Seperti kata pepatah sedia payung sebelum hujan hehe. Kami semua berjalan ke luar district untuk mencari Taxi. Yah seperti dugaan kami, bahwa sangat susah mencari Taxi disini. Bagian terpaling badmood liburan di China adalah saat nyari Taxi.
Setiap taxi yang kami stop menolak kami. Akhirnya kami berjalan jauh ke luar, namun belum ada taxi yang mau menerima kami. Kami tak putus asa. Kami ikuti feeling Prof. Shafry untuk mencari Taxi di sebelah sana. Lalu kami jalan lagi sampai gempor kaki nih. Alhamdulillah dapat 1 taxi dengan susah payah. Namun, kami berikan taxi tersebut untuk dinaiki oleh Prof Shafry, Bu Diah, Bu Ari, dan Mom Hanna. Akhirnya kami generasi muda (wkwkwkw) ngemper lagi nyari taxi. Kami tanya penduduk disana memang kalau jam malam gini, taxi udah jarang. Dalam pikirku, siang aja susah. sama-sama susah, huft. Akhirnya 'sang penolong datang'. Ada bapak-bapak yang nawari tumpangan tapi dengan imbalan (aku lupa imbalannya berapa tapi yang jelas muahaalll). Kami berusaha membuat penawaran, tapi bapaknya menolak. Berhubung kami semua sudah capek banget akhirnya kami menerima tawaran tersebut. Akhirnya kami di antar pulang ke hotel.

ESOK HARINYA....

Jadwal penerbangan kami malam hari. Harusnya kami bisa menghabiskan sisa waktu 20 jam.an untuk liburan. Namun, badan kami terlalu lelah. Kami bangun agak siang dan memutuskan untuk langsung ke bandara siang itu juga. Tadinya berencana mau ke masjid untuk sholat dhuhur disana tapi batal. Kenapa bisa batal? yah karena Taxi. Lagi-lagi kami susah mendapatkan taxi. Udah hampir 1 jam.an kayagnya nongkrong di jalan. Akhirnya kami dapat taxi. Waktu kami bilang ke supir taxi buat antar kami ke masjid, supirnya gak paham. Ya udah deh akhirnya kita langsung ke bandara saja. Padahal jadwal penerbangan kami kan masih malam nanti. Akhirnya ngemper di bandara. Oiya kami pulang 1 pesawat sama Prof. Shafry loh :D. Kita ke Malaysia buat Jalan-jalan dulu.


Itulah perjalananku ke China. Kebanyakan badmoodnya gara-gara taxi :D, tapi aku menikmati setiap detik perjalananku kog. Apalagi waktu itu perjalanan pertamaku ke luar negeri. Semoga ada perjalanan kedua, ketiga, dst. Aamiin. Terimkasih ya Allah atas kesempatan ini. 

See you ya gaes..
Look forward my next story!!