Senin, 27 Agustus 2018

Rita goes to China (Part 2)


Rita goes to China (Part 2)

Hi guys….Lama ya nunggu part 2nya? (emang ada yang ngarepin? LoL :P).
Aku mau lanjut cerita lagi nih tentang my journey in China J
Rintik hujan masih mengguyur area penjemputan di Suria KLCC mall. Kami yang merasa letih dan capek luar biasa masih menunggu jemputan oleh Pak Cik Grabcar di emperan teras bersama pelancong-pelancong lainnya. Tak lama kemudian, Grabcar pesanan kami datang. Kami pun langsung bergegas berlarian masuk ke mobil dan mobil meluncur menerjang hujan. Aku dan teman-teman tertidur karena saking capeknya, kecuali mbak Syuk. Mbak Syuk malah asyik ngobrol dengan Pak Cik Malaysia. Apalagi Mbak Syuk orang Aceh yang bahasanya sebelas dua belas dengan Bahasa Malaysia dan hobi nonton sinetron dari Malaysia. Tentu ia sangat paham dengan Bahasa Malaysia. Aku dengan setengah sadar mendengarkan mereka mengobrol panjang lebar dari topik pemerintahan, artis, budaya dan lain-lain. Lumayan lah buat teman Pak Cik ngobrol biar tidak ngantuk hehehe..kan bahaya kalau nyetir sambal ngantuk, ye kann :P.
Sekitar setengah jam lebih akhirnya kami sampai di bandara KLIA2. Kami bermalam di bandara sampai menunggu embarkasi kami pukul 07.25. Sekitar 5 jam lebih kami terombang ambing di atas awan. Taka da TV atau Wifi, maklum penerbangan murah, jadi kami habiskan waktu dengan tidur sepanjang penerbangan. Aku manfaatkan waktuku untuk tidur, karena aku tak bisa tidur semalaman karena kedinginan kena AC musholla di bandara :D. Akhirnya kami tiba di bandara Hangzhou International Airport. Aku sangat senang sekali. Aku langsung bergegas mencari toilet. Pasalnya, aku menahan p***s. selama penerbangan, dan kali ini benar-benar tidak kuat. Hehe. Aku takut buang air kecil di toilet pesawat, takut berjalan di atas pesawat, ah makanya ku putuskan untuk buang air kecil di bandara saja. Akhirnya ku dapati toilet di ujung. Aku langsung mengeluarkan tissue basah yang aku bawa karena adikku yang sebelumnya pernah ke Taiwan memberi tahuku untuk selalu membawa tissue basah atau botol air mineral untuk p***s. Well, jujur aku tidak suka toiletnya, aku lebih suka toilet muslim seperti yang ada di bandara KLIA2 ataupun Soeta Indonesia. Menurutku, toilet yang ada airnya lebih bersih dan tidak berbau. Hehehe. Setelah itu, kami lapor di loket kedatangan imigrasi, kami bergegas ke pintu keluar. Mbak Syuk mencari informasi pemesanan bus lewat Customer Service. Hal yang membuat kami bengong, ternyata karyawan bandara tidak terlalu mahir berbicara Bahasa Inggris. Dari customer servis, kami diarahkan minta bantuan police, dari police kami disuruh tanya customer service. Dengan Bahasa isarat dan kamus ofline akhirnya kami memutuskan naik taksi saja. Lebih mahal sih, tapi dari pada kami bingung sendiri ye kann :P.
Okay, akhirnya kami menaiki taksi. Supirnya perempuan. Sampai di Mobil, kamipun tercengang, gilaaakkk nyetirnya sama kayag film-film laga China, ngebut, kalo ngerem harus banyak-banyak baca istigfar. Hehehe. Kami pun sampai di hotel yang sebelumnya kami ‘booking’ lewat ‘trip.com’.  Okay dari sini cerita kami di China dimulai.
Day 1. HUATIAN HOLIDAY HOTEL
Kami sampai di Huatian Holiday Hotel, sebuah hotel sederhana dan menurut kami paling murah di antara hotel-hotel lainnya. Sampai disana kami dibuat bingung. Pasalnya, tidak ada daftar nama kami di booking list. Kami mencoba menjelaskan kalau kami sudah book lewat trip.com. Tapi, sepertinya Huatian Holiday Hotel sendiri tidak pernah bekerjasama dengan Trip.com. Paranya, kami kesulitan berkomunikasi dengan resepsionis hotel, karena tak satupun resepsionis di sana yang benar-benar mengerti Bahasa Inggris. Karena kami sudah kelelahan dan ingin segera merebahkan punggung kami ke tempat tidur, kami berpikir bagaimana caranya kami tetap bisa menginap disana entah itu booking atau tidak. Kami ingin memesan kamar baru untuk 3 orang, tapi mereka tidak juga mengerti. Alhamdulillah, ada dua orang mahasiswa China yang juga menginap disana, dan ia mengerti Bahasa inggris. Lalu, kami dibantu dia untuk memesan kamar. Setelah aku analisis sih, kayakna Huatian Holiday Hotel itu sama halnya kos-kosan mahasiswa soalnya waktu aku jalan menuju kamar ku, aku tak sengaja melihat ke pintu-pintu kamar lain, dan isinya banyak mahasiswa yang sedang belajar. Keren yaahhh…(semoga mataku gak bintitan yahh hahaha :p, salah sendiri pintunya pada dibuka).
Setelah beristirahat, malam harinya kami keluar mencari makanan. Wah ini kali pertamanya aku jalan-jalan malam di China. Senangnya bukan main. Sayang sekali, kami kesana saat musim panas. Gilakk, udara malam disana panasnya luar biasa. Maklum lah, musim panas. Sepertinya dingin, tapi udaranya panas. It’s okay. Hal itu tak mengurangi rasa takjub kami karena ini pertama kalinya kami berjalan-jalan di China pada malam hari hehehe. Kami hanya berjalan-jalan di sekitar hotel (Jalan Kaki lo). Tempat pertama yang aku kunjungi adalah toko minimarket. Niatnya sih mau nganterin mas khoirul beli mie instant dan kami juga mau beli jajanan ringan. Tapi setelah masuk ke dalam, kami bingung mau beli apa haha. Selain harganya yang menurutku mahal, kami gak tahu apakah makanan tersebut halal atau tidak. Hem riskan kan ya. Okay, akhirnya kami memutuskan makan buah aja, sudah dijamin halal, haha. Kami pun mencari toko buah. Tepat, tak jauh dari toko yang kami kunjungi, ada pasar tradisional yang masih buka. Kami bergegas kesana. Gilaakk,,,buahnya seger-seger, hampir sama seperti Indonesia, ada buah semangka, apel, ceri, manga, anggur, sirsak, pisang dan lain-lain. Semuanya menggoda. Nah enaknya, disini boleh loh membeli buah eceran, hehe, gak harus berkilo-kilo. Harganya pun menurutku masih murah dibandingkan harga air mineral atau mie yang kubeli disana. Aku membeli 2 buah apel seharga 6 Yuan atau Rp. 13.200,00. Setelah itu kami berjalan lagi ke pasar malam. Kami masuk toko lagi untuk membeli air mineral. Tak lupa aku membeli sandal hehe. Aku gak kuat kalau jalan-jalan pakai sepatu hak tinggi. Air mineral yang 5 liter harganya 10 Yuan (Rp. 22.000), sementara sandalnya harganya 10 Yuan juga.  Air mineral yang kecil, aku lupa harganya :P. Nah, untungnya kami masih punya mie instant yang kami bawa dari Indonesia. Di hotel kami ada heater (pemanas air), jadi kami bisa masak mie. Setelah belanja, kami langsung kembali ke hotel.


Day-2. PANAS-PANASAN KELILING HANGZHOU



Hari kedua (26 Juni 2018), kami ada agenda yakni registrasi conference. Kami mencoba mencari lokasi conference (Jinma Palace Hotel). Kemarin, waktu kami perjalanan menuju Huatian Holiday Hotel, kami melewati Jinma Palace Hotel. Teman-teman yang lain mengira jarak antara Huatian Holiday Hotel dengan Jinma Palace Hotel cukup jauh, dan kalau kesana harus naik taksi. Tapi, beberapa sebulan sebelumnya, mas Khoirul sudah cek kalau Huatian Holiday Hotel itu dekat dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Pikirku, mungkin ada jalan tembus. Dan benar saja, mbak syuk lalu mencari lokasi Jinma Palace lewat G-maps, dan benar Jinma Palace Hotel memang dekat, dan memang ada jalan tembus, lewat belakang hotel. Setelah kami registrasi dan mengambil siminar kit kami, kami langsung keluar. Kami jalan menelusuri jalan raya mencari KFC. Kami pikir bahwa Cuma KFC makanan halal disana yang mudah kita temui. Kami berjalan jauh sekali, bahkan aku sama mbak dian tertinggal. Aku gak kuat kalau berjalan jauh, apalagi suhu udara di siang hari sangat terik (hampir 350C). panas bangettt ye kan. Di jalan kami juga bertanya-tanya ke orang dimana lokasi KFC. Seperti yang kami duga, orang-orang disana juga tak paham Bahasa Inggris. Tapi, kami tak kehilangan akal. Kami gunakan aplilaksi kamus offline yang sudah kami donlod sebelumnya. (Berguna juga kamusnya, Thank you Mbak Syuk yang udah prepare semuanya, termasuk mengingatkan untuk donlod aplikasi translate offline, heehehe). Kami menemukan kedai kecil. Teman-teman membeli nasi dan lauk. Mbak syuk juga membeli nasi. Sementara aku ragu beli gak yaa?, takutnya gak kemakan (Dan ternyata benar gak kemakan, dan harus di buang deh L (6 Yuan kebuang kan?).

Kami merasa sudah jauh berjalan. Kalau pulang jalan kaki lagi, rasanya kaki ini mau copot. Kami pun naik taksi yang sedang mangkal disana. Supirnya ngeri-ngeri. Hehe. Kami pun minta di antar ke Huatian Holiday Hotel. Kami menunjukkan kartu hotel. Dan pak supirnya mengganggukkan kepalanya seraya ia paham lokasi hotel tersebut. Kami kesana, diminta membayar 30 Yuan. Kami pikir mungkin lokasinya jauh, its okay dari pada jalan kaki, toh nanti juga dibagi 4 biayanya. Okay, kami naik taksi itu. Dan benar saja, argometer di taksi gak dinyalakan. Sepanjang perjalanan di dalam taksi kami melihat kedai halal, lalu tak jauh dari sana ada KFC. Pengen rasanya kami bilang ke pak sopir suruh nurunin kami di KFC. Tapi apalah daya kami, karena percuma, yang ada nanti kami malah dimarahi karena ia tidak mengerti Bahasa kami, termasuk Bahasa Inggris. But, setelah kami melihat KFC, mobil taksi kami berhenti di Huatian Business Hotel. Kami dengan susah payah menjelaskan kalau ini bukan hotel tempat kami menginap. Tapi supirnya gak paham L, kami malah kena semprot, kami disuruh keluar (entah memang gaya bicaranya seperti ini, atau memang kami yang dimarah-marahi, entahlah). Kami pun keluar dari taksi. Daripada kami jalan gak jelas, kami pikir lebih baik kami  balik arah, berjalan kaki menuju KFC yang kita lihat tadi.  Dan, taraaa akhirnya kami menemukan KFC. Kamipun langsung memesan orange juss dan juga kentang goreng untuk melepas dahaga dan rasa lapar kami. Alhamdulillah. Setelah dari KFC kami berjalan ke arah kanan jalan (arah Jinma Palace Hotel). Di jalan, kami mampir untuk melihat-lihat toko hp. Banyak banget toko hp di China hehe (Ya iya lah), ada banyak toko seperti asus, oppo, huawai, lenovo, apple, dan lain-lain. Cuma lihat-lihat aja sih, gak beli :p. Kami melanjutkan perjalanan, dan kami mampir ke kedai mie (makanan halal). Kami iseng, pengen masuk, padahal perut udah kenyang. Kami pesan mie, ntah itu mie ayam atau mie apa. Tampilannya kayag mie ayam sih. Kami bertemu dengan orang Pakistan disana. Mbak Syuk dengan gaya kerennya mengajak ngobrol orang Pakistan hehe. Aku mah diem aja. Capek soalnya. Pengen ngelonjorin nih kaki. Aku juga gak yakin mau beli mie, takut gak doyan. 1 mangkok mie harganya 15 Yuan (Rp. 33.000,00). Lumayan mahal. Tapi akhirnya kebeli juga, siapa tahu nanti lapar. Karena kami merasa capek, kami mau naik taksi lagi, tapi gak tahu cara pesan taksinya, takut di anterin di Huatian Business Hotel lagi, kan berabe. Akhirnya kami minta bantuan kea bang-abang Pakistan. Niatnya sih, mau minta dipesankan taksi, eh alhamdulillahnya malah ia minta supirnya buat nganterin kami. Senang sekali heheh (J). Dan Kamipun naik mobil itu. Dan kami baru menyadari kalau lokasi Huatian Holiday Hotel tak jauh dengan Huation Business Hotel dan juga KFC. ‘owalah, jadi kita itu muter, soalnya kita pergi ke Jinma Hotel lewat belakang, lalu muter jalan sampai deh di hotel kita. Makanya, pas naik taksi kemarin, kelihatannya lokasinya Jinma Hotel itu jauh, padahal kalau lewat belakang dekat. Ternyata jalannya memutar’ pikirku. OMG. Jadi intinya kita dibodohi supir taksi. Okay tiba di hotel, aku menyantap mie ku. Dan benar saja, aku gak doyan. Entah kenapa aku gak begitu suka masakah China. Akhirnya mie ku dihabisin mbak syuk, dan mie nya mbak Syuk, gak kemakan, alias dibuang.



Malam harinya, kami jalan-jalan ke luar lagi. Seneng. Kali ini kami ingin pergi ke in Long Mall. Sebelumnya, mbak dian bertanya ke abang Pakistan tentang mall yang asyik buat hangout dan lokasinya tak jauh dari hotel kami. Kami keluar dari hotel. Seperti biasanya, udaranya cukup panas. Kami ke sana naik taksi. Kami menunggu di sisi jalan, dan kami dapat taksi dengan mudah. Kami pergi ke in Long Mall dan lokasinya cukup jauh. Argo taksi menunjukkan 11 Yuan. Cukup murah dibandingkan taksi tadi padi. Jadi benar, kami dibodohi oleh taksi pangkalan. Ya sudah lah ya, ikhlasin aja. Okay saatnya kami bersenang-senang di in Long mall. Aku sendiri senang banget. Mall nya besar masyaallah. Kami berjalan dari toko ke toko, melihat barang-barang elit dengan harga fantastik. Ada hal lucu yang kami alami saking noraknya kami. Kami melihat-lihat baju dan ada tulisan kayag diskon 90%. Wah gilak, murah jadinya. Eh ternyata maksudnya adalah bayarnya 90% saja dari harga asli. Kami salah presepsi hehe, untuk gak jadi ke kasir yaa..Cuma pilih-pilih aja haha. Di antara kami ber 4, Cuma mbak Syuk yang belanja. Ia beli sepatu yang menurutku cukup bagus dan murah. Sayang, taka da ukuran yang cocok dengan kakiku. Setelah puas kami berjalan-jalan, akhirnya kami kembali ke hotel untuk beristirahat.

Saking histerisnya aku jalan-jalan, aku gak tahu kalau jadwal presentasiku adalah hari esoknya. Untungnya mbak Syuk meminta ku mengecek jadwal presentasiku. Aku Cuma punya waktu semalam untuk belajar. Akhirnya aku menghambiskan waktu malam ku untuk belajar. Aku siapkan presentasiku sebaik-baiknya. Baru pukul 1 malam, aku bisa beristarahat.

Bersambung