Rita goes to China (Part 2)
Hi guys….Lama ya nunggu part 2nya? (emang ada yang ngarepin?
LoL :P).
Aku mau lanjut cerita lagi nih tentang my journey in China J
Rintik hujan masih mengguyur area penjemputan di Suria KLCC mall. Kami yang merasa
letih dan capek luar biasa masih menunggu jemputan oleh Pak Cik Grabcar di
emperan teras bersama pelancong-pelancong lainnya. Tak lama kemudian, Grabcar
pesanan kami datang. Kami pun langsung bergegas berlarian masuk ke mobil dan mobil
meluncur menerjang hujan. Aku dan teman-teman tertidur karena saking capeknya,
kecuali mbak Syuk. Mbak Syuk malah asyik ngobrol dengan Pak Cik Malaysia.
Apalagi Mbak Syuk orang Aceh yang bahasanya sebelas dua belas dengan Bahasa
Malaysia dan hobi nonton sinetron dari Malaysia. Tentu ia sangat paham dengan
Bahasa Malaysia. Aku dengan setengah sadar mendengarkan mereka mengobrol
panjang lebar dari topik pemerintahan, artis, budaya dan lain-lain. Lumayan lah
buat teman Pak Cik ngobrol biar tidak ngantuk hehehe..kan bahaya kalau nyetir
sambal ngantuk, ye kann :P.
Sekitar
setengah jam lebih akhirnya kami sampai di bandara KLIA2. Kami bermalam di
bandara sampai menunggu embarkasi kami pukul 07.25. Sekitar 5 jam lebih kami
terombang ambing di atas awan. Taka da TV atau Wifi, maklum penerbangan murah,
jadi kami habiskan waktu dengan tidur sepanjang penerbangan. Aku manfaatkan
waktuku untuk tidur, karena aku tak bisa tidur semalaman karena kedinginan kena
AC musholla di bandara :D. Akhirnya kami tiba di bandara Hangzhou International
Airport. Aku sangat senang sekali. Aku langsung bergegas mencari toilet.
Pasalnya, aku menahan p***s. selama penerbangan, dan kali ini benar-benar tidak
kuat. Hehe. Aku takut buang air kecil di toilet pesawat, takut berjalan di atas
pesawat, ah makanya ku putuskan untuk buang air kecil di bandara saja. Akhirnya
ku dapati toilet di ujung. Aku langsung mengeluarkan tissue basah yang aku bawa
karena adikku yang sebelumnya pernah ke Taiwan memberi tahuku untuk selalu
membawa tissue basah atau botol air mineral untuk p***s. Well, jujur aku tidak
suka toiletnya, aku lebih suka toilet muslim seperti yang ada di bandara KLIA2
ataupun Soeta Indonesia. Menurutku, toilet yang ada airnya lebih bersih dan
tidak berbau. Hehehe. Setelah itu, kami lapor di loket kedatangan imigrasi,
kami bergegas ke pintu keluar. Mbak Syuk mencari informasi pemesanan bus lewat
Customer Service. Hal yang membuat kami bengong, ternyata karyawan bandara
tidak terlalu mahir berbicara Bahasa Inggris. Dari customer servis, kami
diarahkan minta bantuan police, dari police kami disuruh tanya customer
service. Dengan Bahasa isarat dan kamus ofline akhirnya kami memutuskan naik
taksi saja. Lebih mahal sih, tapi dari pada kami bingung sendiri ye kann :P.
Okay,
akhirnya kami menaiki taksi. Supirnya perempuan. Sampai di Mobil, kamipun
tercengang, gilaaakkk nyetirnya sama kayag film-film laga China, ngebut, kalo
ngerem harus banyak-banyak baca istigfar. Hehehe. Kami pun sampai di hotel yang
sebelumnya kami ‘booking’ lewat
‘trip.com’. Okay dari sini cerita kami
di China dimulai.
Day 1. HUATIAN
HOLIDAY HOTEL
Kami sampai di
Huatian Holiday Hotel, sebuah hotel sederhana dan menurut kami paling murah di
antara hotel-hotel lainnya. Sampai disana kami dibuat bingung. Pasalnya, tidak ada
daftar nama kami di booking list.
Kami mencoba menjelaskan kalau kami sudah book
lewat trip.com. Tapi, sepertinya Huatian Holiday Hotel sendiri tidak pernah
bekerjasama dengan Trip.com. Paranya, kami kesulitan berkomunikasi dengan
resepsionis hotel, karena tak satupun resepsionis di sana yang benar-benar
mengerti Bahasa Inggris. Karena kami sudah kelelahan dan ingin segera
merebahkan punggung kami ke tempat tidur, kami berpikir bagaimana caranya kami
tetap bisa menginap disana entah itu booking
atau tidak. Kami ingin memesan kamar baru untuk 3 orang, tapi mereka tidak
juga mengerti. Alhamdulillah, ada dua orang mahasiswa China yang juga menginap
disana, dan ia mengerti Bahasa inggris. Lalu, kami dibantu dia untuk memesan
kamar. Setelah aku analisis sih, kayakna Huatian Holiday Hotel itu sama halnya
kos-kosan mahasiswa soalnya waktu aku jalan menuju kamar ku, aku tak sengaja
melihat ke pintu-pintu kamar lain, dan isinya banyak mahasiswa yang sedang
belajar. Keren yaahhh…(semoga mataku gak bintitan yahh hahaha :p, salah sendiri
pintunya pada dibuka).
Setelah
beristirahat, malam harinya kami keluar mencari makanan. Wah ini kali
pertamanya aku jalan-jalan malam di China. Senangnya bukan main. Sayang sekali,
kami kesana saat musim panas. Gilakk, udara malam disana panasnya luar biasa.
Maklum lah, musim panas. Sepertinya dingin, tapi udaranya panas. It’s okay. Hal
itu tak mengurangi rasa takjub kami karena ini pertama kalinya kami
berjalan-jalan di China pada malam hari hehehe. Kami hanya berjalan-jalan di
sekitar hotel (Jalan Kaki lo). Tempat pertama yang aku kunjungi adalah toko
minimarket. Niatnya sih mau nganterin mas khoirul beli mie instant dan kami
juga mau beli jajanan ringan. Tapi setelah masuk ke dalam, kami bingung mau
beli apa haha. Selain harganya yang menurutku mahal, kami gak tahu apakah
makanan tersebut halal atau tidak. Hem riskan kan ya. Okay, akhirnya kami
memutuskan makan buah aja, sudah dijamin halal, haha. Kami pun mencari toko
buah. Tepat, tak jauh dari toko yang kami kunjungi, ada pasar tradisional yang
masih buka. Kami bergegas kesana. Gilaakk,,,buahnya seger-seger, hampir sama
seperti Indonesia, ada buah semangka, apel, ceri, manga, anggur, sirsak, pisang
dan lain-lain. Semuanya menggoda. Nah enaknya, disini boleh loh membeli buah
eceran, hehe, gak harus berkilo-kilo. Harganya pun menurutku masih murah
dibandingkan harga air mineral atau mie yang kubeli disana. Aku membeli 2 buah
apel seharga 6 Yuan atau Rp. 13.200,00. Setelah itu kami berjalan lagi ke pasar
malam. Kami masuk toko lagi untuk membeli air mineral. Tak lupa aku membeli
sandal hehe. Aku gak kuat kalau jalan-jalan pakai sepatu hak tinggi. Air mineral
yang 5 liter harganya 10 Yuan (Rp. 22.000), sementara sandalnya harganya 10
Yuan juga. Air mineral yang kecil, aku
lupa harganya :P. Nah, untungnya kami masih punya mie instant yang kami bawa
dari Indonesia. Di hotel kami ada heater (pemanas air), jadi kami bisa masak
mie. Setelah belanja, kami langsung kembali ke hotel.
Day-2. PANAS-PANASAN
KELILING HANGZHOU
Hari kedua
(26 Juni 2018), kami ada agenda yakni registrasi conference. Kami mencoba
mencari lokasi conference (Jinma Palace Hotel). Kemarin, waktu kami perjalanan
menuju Huatian Holiday Hotel, kami melewati Jinma Palace Hotel. Teman-teman
yang lain mengira jarak antara Huatian Holiday Hotel dengan Jinma Palace Hotel
cukup jauh, dan kalau kesana harus naik taksi. Tapi, beberapa sebulan
sebelumnya, mas Khoirul sudah cek kalau Huatian Holiday Hotel itu dekat dan bisa
ditempuh dengan jalan kaki. Pikirku, mungkin ada jalan tembus. Dan benar saja,
mbak syuk lalu mencari lokasi Jinma Palace lewat G-maps, dan benar Jinma Palace
Hotel memang dekat, dan memang ada jalan tembus, lewat belakang hotel. Setelah
kami registrasi dan mengambil siminar kit kami, kami langsung keluar. Kami
jalan menelusuri jalan raya mencari KFC. Kami pikir bahwa Cuma KFC makanan
halal disana yang mudah kita temui. Kami berjalan jauh sekali, bahkan aku sama
mbak dian tertinggal. Aku gak kuat kalau berjalan jauh, apalagi suhu udara di
siang hari sangat terik (hampir 350C). panas bangettt ye kan. Di
jalan kami juga bertanya-tanya ke orang dimana lokasi KFC. Seperti yang kami
duga, orang-orang disana juga tak paham Bahasa Inggris. Tapi, kami tak
kehilangan akal. Kami gunakan aplilaksi kamus offline yang sudah kami donlod
sebelumnya. (Berguna juga kamusnya, Thank you Mbak Syuk yang udah prepare
semuanya, termasuk mengingatkan untuk donlod aplikasi translate offline,
heehehe). Kami menemukan kedai kecil. Teman-teman membeli nasi dan lauk. Mbak syuk
juga membeli nasi. Sementara aku ragu beli gak yaa?, takutnya gak kemakan (Dan
ternyata benar gak kemakan, dan harus di buang deh L (6 Yuan kebuang kan?).
Kami merasa
sudah jauh berjalan. Kalau pulang jalan kaki lagi, rasanya kaki ini mau copot.
Kami pun naik taksi yang sedang mangkal disana. Supirnya ngeri-ngeri. Hehe.
Kami pun minta di antar ke Huatian Holiday Hotel. Kami menunjukkan kartu hotel.
Dan pak supirnya mengganggukkan kepalanya seraya ia paham lokasi hotel
tersebut. Kami kesana, diminta membayar 30 Yuan. Kami pikir mungkin lokasinya
jauh, its okay dari pada jalan kaki, toh nanti juga dibagi 4 biayanya. Okay,
kami naik taksi itu. Dan benar saja, argometer di taksi gak dinyalakan.
Sepanjang perjalanan di dalam taksi kami melihat kedai halal, lalu tak jauh
dari sana ada KFC. Pengen rasanya kami bilang ke pak sopir suruh nurunin kami
di KFC. Tapi apalah daya kami, karena percuma, yang ada nanti kami malah
dimarahi karena ia tidak mengerti Bahasa kami, termasuk Bahasa Inggris. But,
setelah kami melihat KFC, mobil taksi kami berhenti di Huatian Business Hotel.
Kami dengan susah payah menjelaskan kalau ini bukan hotel tempat kami menginap.
Tapi supirnya gak paham L, kami malah kena semprot, kami disuruh keluar (entah memang
gaya bicaranya seperti ini, atau memang kami yang dimarah-marahi, entahlah). Kami
pun keluar dari taksi. Daripada kami jalan gak jelas, kami pikir lebih baik
kami balik arah, berjalan kaki menuju KFC
yang kita lihat tadi. Dan, taraaa
akhirnya kami menemukan KFC. Kamipun langsung memesan orange juss dan juga
kentang goreng untuk melepas dahaga dan rasa lapar kami. Alhamdulillah. Setelah
dari KFC kami berjalan ke arah kanan jalan (arah Jinma Palace Hotel). Di jalan,
kami mampir untuk melihat-lihat toko hp. Banyak banget toko hp di China hehe
(Ya iya lah), ada banyak toko seperti asus, oppo, huawai, lenovo, apple, dan
lain-lain. Cuma lihat-lihat aja sih, gak beli :p. Kami melanjutkan perjalanan,
dan kami mampir ke kedai mie (makanan halal). Kami iseng, pengen masuk, padahal
perut udah kenyang. Kami pesan mie, ntah itu mie ayam atau mie apa. Tampilannya
kayag mie ayam sih. Kami bertemu dengan orang Pakistan disana. Mbak Syuk dengan
gaya kerennya mengajak ngobrol orang Pakistan hehe. Aku mah diem aja. Capek
soalnya. Pengen ngelonjorin nih kaki. Aku juga gak yakin mau beli mie, takut gak
doyan. 1 mangkok mie harganya 15 Yuan (Rp. 33.000,00). Lumayan mahal. Tapi
akhirnya kebeli juga, siapa tahu nanti lapar. Karena kami merasa capek, kami
mau naik taksi lagi, tapi gak tahu cara pesan taksinya, takut di anterin di
Huatian Business Hotel lagi, kan berabe. Akhirnya kami minta bantuan kea bang-abang
Pakistan. Niatnya sih, mau minta dipesankan taksi, eh alhamdulillahnya malah ia
minta supirnya buat nganterin kami. Senang sekali heheh (J). Dan Kamipun naik mobil itu. Dan
kami baru menyadari kalau lokasi Huatian Holiday Hotel tak jauh dengan Huation
Business Hotel dan juga KFC. ‘owalah, jadi kita itu muter, soalnya kita pergi
ke Jinma Hotel lewat belakang, lalu muter jalan sampai deh di hotel kita.
Makanya, pas naik taksi kemarin, kelihatannya lokasinya Jinma Hotel itu jauh,
padahal kalau lewat belakang dekat. Ternyata jalannya memutar’ pikirku. OMG. Jadi
intinya kita dibodohi supir taksi. Okay tiba di hotel, aku menyantap mie ku. Dan
benar saja, aku gak doyan. Entah kenapa aku gak begitu suka masakah China. Akhirnya
mie ku dihabisin mbak syuk, dan mie nya mbak Syuk, gak kemakan, alias dibuang.
Malam
harinya, kami jalan-jalan ke luar lagi. Seneng. Kali ini kami ingin pergi ke in
Long Mall. Sebelumnya, mbak dian bertanya ke abang Pakistan tentang mall yang
asyik buat hangout dan lokasinya tak jauh dari hotel kami. Kami keluar dari
hotel. Seperti biasanya, udaranya cukup panas. Kami ke sana naik taksi. Kami
menunggu di sisi jalan, dan kami dapat taksi dengan mudah. Kami pergi ke in
Long Mall dan lokasinya cukup jauh. Argo taksi menunjukkan 11 Yuan. Cukup murah
dibandingkan taksi tadi padi. Jadi benar, kami dibodohi oleh taksi pangkalan.
Ya sudah lah ya, ikhlasin aja. Okay saatnya kami bersenang-senang di in Long
mall. Aku sendiri senang banget. Mall nya besar masyaallah. Kami berjalan dari
toko ke toko, melihat barang-barang elit dengan harga fantastik. Ada hal lucu
yang kami alami saking noraknya kami. Kami melihat-lihat baju dan ada tulisan
kayag diskon 90%. Wah gilak, murah jadinya. Eh ternyata maksudnya adalah
bayarnya 90% saja dari harga asli. Kami salah presepsi hehe, untuk gak jadi ke
kasir yaa..Cuma pilih-pilih aja haha. Di antara kami ber 4, Cuma mbak Syuk yang
belanja. Ia beli sepatu yang menurutku cukup bagus dan murah. Sayang, taka da ukuran
yang cocok dengan kakiku. Setelah puas kami berjalan-jalan, akhirnya kami
kembali ke hotel untuk beristirahat.
Saking
histerisnya aku jalan-jalan, aku gak tahu kalau jadwal presentasiku adalah hari
esoknya. Untungnya mbak Syuk meminta ku mengecek jadwal presentasiku. Aku Cuma punya
waktu semalam untuk belajar. Akhirnya aku menghambiskan waktu malam ku untuk
belajar. Aku siapkan presentasiku sebaik-baiknya. Baru pukul 1 malam, aku bisa
beristarahat.
Bersambung

