Minggu, 08 Juli 2018

Rita Goes to China (PART 1)


Rita Goes to China (PART 1)

Hai..hai…para nitizen yang saya hormati dan sayangi.. J
Aku mau nyepam di blog lagi nih. Jiah pake ijin segala haha.  Ini tentang my very very fantastic experience haha (lebay.com).

Minggu lalu, tanggal 25 sampai 30 Juli 2018,  aku pergi bersama-sama teman-teman ku (mbak Syuk, mb Dian, dan mas Khoirul) ke negeri Tirai Bambu alias China. The first time aku nginjakin kakiku di negara orang lain, yakni Malaysia (walaupun Cuma transit doang sih) dan China. Harap dimaklumin yah nitizen. Aku anak kampung yang tidak pernah pergi-pergi ke tempat yang jauh. Yah,,, paling jauh cuma berkunjung ke Bali, sekali doang pula waktu piknik SMA, wkwkwk (ngenez.com).

Lebay banget sih Rit, baru aja ke China udah sombong, pamer pula!!! Nyepam foto dan story di Instagram, facebook, what’s app, buat apa coba?

Hemm..gak gitu juga sih hehehe..bukan nya bermaksud mau pamer atau sombong atau apalah.  Tapi gimana ya, namanya orang seneng. Apalagi aku emang suka upload foto aku di IG ku. Kalau tidak suka, ya abaikan saja hehe. Kalau kalian berada di posisi ku gimana? Nah kalau aku yang suka nyepam di whatsapp, itu sekaligus memberi kabar ke keluarga di rumah, tentang kegiatanku ngapain aja di sana hehe..

Ke China itu adalah Rizki yang tidak tertukar!

Beruntungnya aku dan temanku (Mbak Syuk) mendapatkan kesempatan bantuan dana Seminar International dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Tentu, kami tidak ingin melewatkan kesempatan emas nan berharga itu. Sebenarnya dari beberapa bulan yang lalu, aku dan temenku (Mbak Syuk) nyari-nyari konferens di Luar Negeri. Lebih nyari yang ada di Jepang sih. Tapi, yang namanya ke luar negeri dengan support dana LPDP, tentu aku harus menyesuaikan jadwal pelaksanaan konferens dan konferensnya juga gak boleh abal-abal. Akhirnya bulan April, aku dan Mbak Syuk sepakat mau ikutan ABS2018 yang diadakan di Hangzhou, China (26-29 Juli 2017). Tanggal 5 April lalu, aku dan Mbak Syuk ngajuin permohonan bantuan dana bantuan seminar internasional ke LPDP. Hemm antara iya pergi atau tidak sih. Karena pada waktu itu, terjadi perubahan aturan lama ke aturan baru. Kalau mau tau apa saja perubahannya, cek sendiri ya di website LPDP ! J . Meskipun kami tahu adanya wacana perubahan, entah kenapa kami tetap apply, berharap ada durian matang yang runtuh. Jika Allah memberikan rizki kepada kami untuk ke China, pasti Allah akan mempermudah. Dan, akhirnya, di tanggal 9 April 2018, ada email masuk dari LPDP yang bilang kalau permohonan bantuan dana seminar Internasional yang aku ajukan diterima. Alhamdulillah, kado terindah di hari Ulang Tahunku J (aku lahir di tanggal 9 April btw J). Antara percaya dan tidak percaya. Tak pernah membayangkan sebelumnya kalau aku akan pergi ke luar negeri. I was so happy..it would be the greatest moment in my life. Alhamdulillah.
Sebenarnya aku masih tidak pecaya. Apa benar permohonanku diterima dengan ikut aturan lama? Ah pikiran itu selalu mengganjal. Tapi, Mbak Syuk malah menyuruhku untuk segera bikin paspor karena aku belum punya paspor. Okay, esok harinya, dengan perasaan yang masih ragu, aku ke Kantor Imigrasi Surakarta buat bikin paspor. ‘Jauh amat ta, kenapa gak bikin di Jogja aja sih?’. Hemm aku disaranin mbak ku sih, katanya kalau di sana gak bakal ngantri panjang. Oke, demi ke China nih, aku traveling ke Surakarta sendirian naik pramex dan dilanjut naik gojek. Perjalanan seharian karena langsung balik Jogja (PP). Its oke, ini bagian dari perjuangan dan perngobanan. Malam harinya, keraguanku akhirnya luruh karena jawaban email dari LPDP kalau permohonanku memang diterima. Dan langkah seterusnya aku dan mbak syuk mulai sibuk mengurus visa dan beli tiket pesawat. Agak awal-awal sih beli tiketnya, cari yang murah haha :D.

The first time juga loh aku naik pesawat!



Udik? Biarin!  Norak? Biarin! hehe..emang kenyataan kog. Yah. This is the first time aku naik pesawat. Kan udah aku bilang, aku gak pernah traveling ke tempat yang jauh. Waktu ke bali pas SMA naik bis terus nyebrang pake kapal very. Waktu ke Jakarta, naik kereta api. Waktu ke Lamongan dan Malang juga naik Bis. Jadi ini emang pengalaman pertama :D.

Pertama kali naik pesawat, rasanya gimana ta?

Hmm…flight pertama yaitu tujuan Jogja-Jakarta, awalnya takut-takut gimana gitu, apalagi pas mau take off dan landing. Jantung berdebar kecang, dan telinga mulai bindeng, mungkin karena perubahan tekanan udara. Hemm.. apalagi aku bayangin filmnya gita gutawa yang judulnya Love in Perth pas sih Lola ketakutan saat pesawatnya take off, langsung deh peluk si Dhani wkwkwk. Kalau aku mah yang penting merem aja dan baca sholawat banyak-banyak. Lama kelamaan, aku terbiasa hehe. Udah gak begitu takut lagi pas take off dan landing.
Aku, mbak syuk, mbak dian dan mas khoirul sengaja pilih flight yang ada transitnya, dari JKT-Kuala Lumpur-Hangzhou. Selain harganya lebih murah, waktu transit yang lama bisa buat jalan-jalan di Malaysia. Hehe..

Jalan-jalan ke Petronas Twin Tower, Kuala lumpur, Malaysia



Di Malaysia, kami tiba sekitar pukul 6 pm. Berhubung flight ke Hangzhou masih pukul 7 am, so kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Petronas Twin Tower, Kuala Lumpur, Malaysia. Tempat iconic kalau jalan-jalan ke Malaysia, gak afdhal kalau tidak kesana. Hehehe. Dari Bandara Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2), kami naik mobil grab. Biayanya cukup lumayan mahal kalau dikonvert ke rupiah. Butuh uang sekitar 60 ringgit  untuk kesana, ditambah tol 20 ringgit. Tapi kalau 1 mobil diisi 4 orang, sama aja kog kayag naik fast train. Waktu itu, pilih grab, karena belum tau caranya naik fast train hehe. Sayang sekali, sampai di Petronas, malah hujan gerimis. Kurang puas sih buat foto-foto disana, huhu. Oh iya, foto-fotonya cuma di luar hehe. Kami tidak masuk ke Twin Towernya, wkwkwkw. Waktu itu, kami (eh lebih ke aku aja hehe) agak kerepotan gitu, karena harus bawa tas yang isinya pakaian ke sana. Gak asyik yaa jalan-jalan tapi bawa barang-barang bawaan yang super berat. Waktu itu, belum tahu kalau di bandara KLIA2 ternyata ada tempat penitipan barang (LoL).

Waktu semakin malam, kami jadi kelaparan. Akhirnya kami mencari tempat makan di mall Suria KLCC dekat twin tower. Ada bayak foodcourt di sana, banyak pilihan makanan. Ada makanan khas Malaysia, nasi lemak dan juga makanan khas India. Harganya menurutku cukup mahal untuk kantong mahasiswa Indonesia seperti kami sih. Dari sekian menu pilihan, kami memutuskan untuk makan nasi goreng aja. Hehe..Lumayan harganya bisa hemat, wkwkwkw..


BERSAMBUNG….