There is a will, there is a way
“Kerja atau S2?” Pertanyaan itu yang melintas di
pikiran saya setelah saya lulus S1 pendidikan Biologi UNNES. Dan saya yakin
pilihan itu juga muncul di benak pikiran teman-teman, atau tambah satu opsi
lagi, “Kerja, S2 atau nikah dulu?” J. Kalau menikah, bukan prioritas saya saat ini. Atau
bagi alumni pendidikan bingung akan pilihan “Kerja, S2, Nikah, atau SM3T?”.
SM3T juga bukan menjadi pilihan prioritas saya saat itu dengan alasan tertentu.
Setelah saya dinyatakan lulus, saya mempunyai
keinginan untuk melanjutkan studi S2 namun saya mengerti kedua orangtua saya
tidak akan sanggup membiayai kuliah S2 yang cukup mahal. Oleh karena itu, saya
mencari informasi mengenai beasiswa untuk S2. Sembari saya mencari informasi tersebut,
orang tua saya meminta memasukkan lamaran kerja di salah satu MTs di Jepara
menggunakan surat kelulusan (SKL) karena pada saat itu saya belum diwisuda. Saya
mendapat informasi mengenai beasiswa LPDP yang memberikan beasiswa penuh untuk
jenjang magister dan doktoral dari seorang teman adik kembar saya. Sejak saat
itu, saya memutuskan untuk mendaftar beasiswa LPDP.
Sebelum mendaftar beasiswa pendidikan Indonesia
LPDP, saya mencari informasi terlebih dahulu, apa itu beasiswa LPDP dan
bagaimana syarat-syaratnya untuk bisa mendapakan beasiswa LPDP. Saya mencari
tahu informasi tersebut melalui website http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/. Dari website tersebut terpapar cukup jelas
informasi tentang beasiswa LPDP. Pemahaman saya semakin jelas dengan mengikuti berbagai
seminar tentang sosialisasi beasiswa LPDP yang diadakan jurusan matematika
UNNES dan BEM UNDIP. Saya juga membaca berbagai macam cerita inspiratif dari
para awardee LPDP mengenai perjalanan mereka meraih beasiswa LPDP yang dipublish di blog mereka. Jika ada hal
kecil yang tidak saya pahami, saya juga bertanya langsung kepada Awardee alummi
S1 UNNES, yaitu mas Jeffry Dermawan (awardee The University of
Nottingham, Inggris) dan mbak
Maesa Nila Sari (awardee Universitas Negeri Yogyakarta) melalui media sosial facebook.
Sekilas tentang
Beasiswa LPDP
Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program
Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah
Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan
dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program Magister atau
program Doktoral di Perguruan Tinggi di dalam dan di luar negeri.
Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung
ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas
serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan
bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut
diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada
masyarakat untuk studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di
Perguruan Tinggi unggulan baik di dalam maupun di luar negeri bagi yang
memenuhi kualifikasi LPDP.
LPDP tidak hanya memberikan beasiswa untuk Program
Magister dan Doktoral, namun juga Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa
Spesialis Kedokteran dan Presidential Scholarship.
Baca selengkapnya di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/
Disini saya akan membahas 2 jalur saja dalam
mendapatkan beasiswa LPDP, yaitu jalur reguler dan afirmasi karena saya hanya
berfokus pada kedua jalur tersebut. Kedua
jalur tersebut memiliki persyaratan umum dan persyaratan khusus yang sedikit
berbeda. Teman-teman dapat membaca syarat-syarat di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/ dan http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-afirmasi/.
Singkatnya, saya mengambil ‘poin-poin penting’ bahwa
terdapat perbedaan antara jalur reguler dan afirmasi yang terletak pada sasaran
pelamar, syarat kemampuan bahasa inggris, dan pemberian program pelatihan bahasa (PB). Berikut akan saya paparkan
berdasarkan pemahaman saya.
1. Jalur
reguler ditujukan untuk pelamar dari kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi
yang cukup mampu (menurut saya) dan tidak termasuk ‘kriteria’ yang menjadi
‘sasaran’ jalur afirmasi. Pelamar jalur afirmasi terdiri dari kelompok masyarakat yang berasal dari:
a. Daerah perbatasan; yaitu wilayah
kabupaten/kota yang secara geografis dan demografis berbatasan langsung dengan
negara tetangga dan/atau laut lepas. Kawasan perbatasan terdiri dari kawasan
perbatasan darat dan laut, yang tersebar secara luas dengan tipologi yang beragam,
mulai dari pedalaman hingga pulau-pulau kecil terdepan (terluar).
Daerah
tertinggal; yaitu daerah dengan pencapaian pembangunan yang rendah dan
diperhitungkan memiliki indeks kemajuan pembangunan ekonomi dan sumberdaya
manusia di bawah rata-rata indeks nasional.
b. Alumni penerima Bidikmisi dan
kelompok masyarakat berprestasi dari keluarga miskin yang memiliki IPK Minimal
3,50.
c. Kelompok masyarakat yang telah
berjasa membawa nama bangsa Indonesia dalam bidang olah raga dan seni budaya
baik di tingkat nasional maupun internasional.
2. Dalam hal syarat kemampuan bahasa inggris. Untuk
jalur reguler, syarat kemampuan bahasa inggris:
a. Untuk studi
program Magister di dalam negeri, skor
minimal: TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600.
b. Untuk studi
program Magister di luar negeri, skor minimal: TOEFL
ITP® 550/TOEFL
Sementara
untuk jalur afirmasi, syarat kemampuan bahasa inggris: Untuk studi
program magister di dalam negeri maupun luar negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 400.
3. LPDP
memberikan program pelatihan bahasa (PB) selama 3 atau 6 bulan untuk
peningkatan kemampuan bahasa inggris bagi pelamar beasiswa jalur afirmasi yang
dinyatakan lolos seleksi substansi, sementara pelamar beasiswa jalur reguler
yang dinyatakan lolos seleksi substansi tidak mendapatkan program pengayaan
bahasa tersebut.
Kelihatannya,
syarat untuk mendaftar jalur afirmasi lebih mudah karena cukup dengan skor
toefl ITP 400 bisa mendaftar beasiswa LPDP baik dalam maupun luar negeri dan nantinya juga akan diberikan program pelatihan bahasa oleh LPDP jika lulus seleksi substansi. Berdasarkan
informasi perbedaan kedua jalur tersebut, saya memutuskan untuk mendaftar jalur
afirmasi. Kebetulan saya alumni beasiswa bidikmidi fresh graduate dengan IPK cumlaude
sehingga saya bisa mendaftar beasiswa LPDP jalur afirmasi. Selain harus
memenuhi syarat pelamar beasiswa, pastikan dirimu memiliki karakter
kepemimpinan, profesionalisme, nasionalisme, patriotisme, integritas, memiliki
kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian dan memiliki komitmen untuk membangun
Indonesia.
Berikut ini
list syarat/berkas yang saya kumpulkan untuk melamar beasiswa LPDP jalur
Afirmasi ‘versi saya’ yang telah
saya rangkum.
1.
Ijazah dan Transkrip Nilai.
2.
Pas Foto (bg merah)
3.
Toefl ITP minimal 400.
4.
Surat rekomendasi dari dosen pembimbing skripsi (2
orang). Format surat rekomendasi bisa melihat di buku panduan yang dapat
didownload di http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/
5.
Surat kesehatan
dan Surat Keterangan Bebas Narkoba
6.
SKCK
7.
Surat Keterangan
Bidikmisi dari kampus asal
8.
Essay (500
sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi
yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/
instansi/profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam
Hidupku”;
9.
Rencana Studi
10. Kartu Keluarga
11. KTP
12. Surat Keterangan Tidak Mampu dan Surat Keterangan
Penghasilan Orang Tua
13. Surat rekening listrik 3 bulan terakhir
14. Sertifikat yang berhubungan dengan prestasi pelamar
Langkah awal
yang saya lakukan adalah membuat akun di http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/. Ikuti setiap prosedur yang ada di website dan
jangan lupa untuk menceklist pilihan
afirmasi
(Gambar 1.
SS membuat akun beasiswa LPDP)
Setelah
mempunyai akun, saya mulai mempersiapkan tes toefl. Untuk pertama kalinya saya
mencoba tes toefl ITP di UNIKA Semarang pada bulan Juni 2015. Disini saya melakukan
kesalahan karena terlalu semangat dan terburu-buru, saya mengikuti tes tanpa
belajar. Alhasil skor toefl saya waktu itu hanya mencapai 423. Dengan skor
tersebut membuat saya tidak percaya diri untuk mendaftar walaupun sudah
memenuhi skor minimal yang disyaratkan yaitu 400. Lalu pada bulan Juli 2015 saya
mengikuti tes toefl ITP yang ke-2 di POLINES Semarang. Saya sudah berusaha dan
belajar, namun bahasa inggris saya memang masih lemah. Saya juga tidak menguasi
trick-trick untuk menyelesaikan soal. Kata orang untuk menyelesaikan soal
Toefl ITP sebenarnya memang tidak butuh trick,
akan tetapi jika seorang sudah
terbiasa berbicara, membaca atau mendengarkan kalimat berbahasa inggris, pasti
soal-soal tersebut dapat terselesaikan. Namun, tidak bagi saya. Saya akui
kemampuan bahasa inggris memang masih lemah, tetapi saya berusaha meng-improvenya. Hasil test toefl ITP saya
yang ke-2 adalah 443 (tidak mendapat sertifikat dari ETS). Dengan skor
tersebut, saya masih belum percaya diri untuk mendaftar.
Sembari saya
mempersiapkan toefl, saya meminta surat rekomendasi dari kedua dosen pembimbing
skripsi saya, yaitu Bapak Dr. Andreas Priyono Budi Prasetyo, M.Ed dan Ibu Prof.
Sri Mulyani Endang Susilowati. Selagi saya masih tinggal di Semarang, tak lupa
saya juga meminta surat keterangan sebagai penerima beasiswa Bidikmisi ke
rektorat bagian administrasi (waktu itu di lantai 3 kalau tidak salah). Setelah
itu saya bolak-balik Semarang-Jepara untuk mengurus Surat Keterangan Sehat,
Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan SKCK. Saya mengurus Surat Keterangan Sehat
dan Surat Keterangan Bebas Narkoba di RSUD Kartini, Jepara. Perlu biaya sekitar
Rp.15.000 untuk mengurus Surat Keterangan Sehat dan Rp. 160.0000 (saya sedikit lupa)
untuk mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba. Sementara SKCK dibuat di Polsek
Pecangaan dengan biaya Rp.10.000. Setelah itu saya bersama bapak saya
memperbarui Kartu Keluarga (KK), karena KK yang diunggah adalah KK terbaru.
Sedikit Cerita Pribadi Mengenai Pengalaman Saya
Semua
langkah yang saya lakukan tidak sendiri melainkan bersama adik kembar saya. Waktu
melihat hasil toefl ITP yang ke-2 saya, saya merasa tidak percaya diri sehingga
saya memutuskan untuk tidak mendaftar di pendaftaran batch 2 2015 pada bulan Juli. Oleh karena itu langkah saya
terhenti. Waktu itu saya memutuskan untuk mengajar di MTs. Darul Hikmah
Menganti sembari meningkatkan bahasa inggris saya. Sementara adik kembar saya
yang toefl ITP pertama 468 (ada
sertifikat dari ETS) tetap melanjutkan pendaftaran beasiswa Afirmasi tersebut.
Ia bersama bapak meminta surat keterangan tidak mampu dan surat keterangan penghasilan orang tua di balaidesa dan
meminta surat rekening listrik 3 bulan terakhir. Setelah itu dilanjutkan
membuat essay dan rencana studi. Singkat cerita, akhirnya adik kembar saya
lolos administrasi, wawancara, mengikuti program pengayaan bahasa (PB) di UGM selama
3 bulan, mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK) di Wisma Hijau, Depok dan
akhirnya saat ini kuliah S2 Ilmu Fisika di UGM (mulai memasuki semester II).
Melihat adik
kembar saya yang lolos, saya termotivasi untuk melanjutkan pendaftaran di batch 3 2015 bulan oktober. Sebenarnya
afirmasi hanya dibuka 2 gelombang, akan tetapi tiba-tiba bulan oktober dibuka
kembali batch 3. Saya tidak mau melewatkan
kesempatan tersebut. Lalu saya mendaftar walaupun menggunakan skor toefl 443.
Saya melengkapi berkas pendaftaran, seperti membuat essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku
Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk
masyarakat/lembaga/ instansi/profesi komunitas saya” dan “Sukses
Terbesar dalam Hidupku”.
Tips dari saya buatlah essay dengan
sejujur-jujurnya, simple, bahasa yang
santun, dan mudah dimengerti. Jangan menggunakan bahasa yang terlihat
‘menyombongkan diri’. Tetap lah rendah hati dan tunjukkan bahwa kamu mempunyai
sikap yang baik dan bijaksana melalui tulisanmu. Paparkan konstribusi yang
telah dan sedang kamu lakukan untuk lingkungan tempat tinggalmu, dan buatlah
rencana konstribusi yang akan kamu lakukan dengan konkrit sesuai kemampuanmu.
Jangan muluk-muluk, yang penting real
dan bisa terlaksana. Waktu itu konstribusi yang akan saya lakukan adalah mendidik
calon guru supaya calon guru tersebut juga bisa mendidik anak bangsa menjadi
generasi yang cerdas. Tips membuat essay ‘Sukses Terbesar dalam Hidupku’ dari
saya adalah tuliskan sukses yang terbesar yang membuat hidupmu berubah menjadi
lebih baik. Namun, itu semua tergantung dari pribadi masing-masing kerena cara
penulisan essay seseorang dapat menggambarkan karakter penulisnya.
Setelah itu, saya membuat Rencana Studi. Pertama,
pastikan dulu universitas mana yang akan kamu tuju, apakah ada dalam daftar
LPDP atau tidak. Waktu itu saya memilih Universitas Sebelas Maret (UNS)
Surakarta, dengan Prodi pendidikan Sains yang terakreditasi B dari BANPT) dengan
minat Biologi. Saya mengutarakan alasan saya memilih universitas dan prodi
tersebut. Sekedar informasi bahwa prodi dan univ tujuan harus terakreditasi
minimal B (untuk jalur afirmasi) dan minimal A (untuk jalur reguler). Saya juga
menampilkan rencana SKS yang saya tempuh dan topik penelitian. Tak lupa, saya
juga mempersiapkan sertifikat yang berhubungan seminar dan prestasi saya saat
di kampus.
Setelah mempersiapkan berkas, saya medaftar melalui
website http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/
(Gambar 2. Log in beasiswa LPDP)
Setelah itu,
ikuti setiap prosedur yang terdapat dalam website. Unggah semua berkas dalam
format PDF dengan ukuran minimal. Pilihlah lokasi wawancara sesuai keinginan.
Waktu itu, saya memilih di Yogyakarta.
Seleksi
beasiswa LPDP terdiri dari 2 tahap, yaitu seleksi administrasi dan seleksi
substansi. Alhamdulillah saya lulus seleksi administrasi. Selanjutnya, beberapa
minggu kemudian saya mengikuti seleksi substansi. Seleksi substansi dilaksanakan
di berbagai kota besar yang ada di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta,
Bandung, Surabaya, Makasar, dan Medan. Saya memilih lokasi seleksi substansi di
Yogyakarta, tepatnya di Gedung Keuangan Negara (GKN) Yogyakarta, Jl. Kusumanegara No. 11, Semaki,
Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Seleksi
substansi terdiri dari wawancara, Leaderless
Group Discussion (LGD), dan Essay On
the Spot. Ketiga tahapan seleksi substansi tersebut dilaksanakan sesuai
jadwal, bisa 1 hari semua, 2 hari, atau 3 hari. Waktu itu saya mendapat jadwal
2 hari, dimana hari pertama Leaderless
Group Discussion (LGD), dan Essay On
the Spot sementara hari kedua wawancara.
Saya
mempunyai tips-tips agar teman-teman semua bisa sukses menghadapi seleksi substansi.
1.
Beberapa hari sebelum hari H, perbanyaklah membaca
berita/artikel 3 bulan terakhir, baik dari media televisi, koran, atau sosial
media. Hal ini penting untuk menggali informasi teman-teman agar teman-teman
siap menghadapi leaderless group
discussion atau di kenal dengan LGD. Leaderless
group discussion (LGD) adalah diskusi kelompok kecil yang terdiri dari 8
sampai 10 orang pelamar dari berbagai background
secara acak ditentukan oleh LPDP. Dalam diskusi ini tidak ada yang namanya
pemimpin. Semua anggota berhak memberikan pendapat. Topik diberikan oleh LPDP 5
menit sebelum LGD dimulai, biasanya berita informasi teruptodate selama 3 bulan
terakhir. Tips yang saya berikan tadi penting bagi pelamar yang tidak begitu uptodate tentang berita/isu yang
berkembang dimasyarakat sehingga paham akan topik yang diberikan. Waktu itu
saya mengumpulkan berita/informasi mengenai kebakaran hutan, kurikulum 2013,
narkoba, kapolri Vs BNN, reshuffle kabinet,
hukum kebiri, revolusi hijau, peluncuruan produk pertalite, korupsi, banjir,
nasionalisme, Gadget dan lain-lain. Jangan lupa menganalisis setiap artikel
mengenai dampak negatif dan positif serta mencari solusi untuk pemecahan
masalah tersebut. Waktu LGD, kelompok kami mendapatkan topik mengenai kebakaran
hutan (hujan asap).
LGD berlangsung sekitar 30 menit, tergantung reviwer
kapan menghentikannya. Bisa saja mereka menghentikannya sebelum 30 menit
selesai. Ingat, tunjukkan sikap wibawa, sopan, dan rendah hati teman-teman saat
menyampaikan pendapat atau menyanggah pendapat. Jangan sekali-kali memotong
pembicaraan atau terkesan ‘ngotot’ akan pendapat anda. Berilah kesempatan
anggota lain untuk berpendapat. Kalau menurut saya, usahakan semua anggota
berpendapat walaupun hanya 1 kali.
2.
Berita atau artikel yang teman-teman baca sebelumnya
juga berguna saat Essay on the Spot.
Essay on the Spot adalah kegiatan menulis essay dalam waktu kurang lebih 10
menit (kalau tidak salah). Teman-teman akan disajikan 2 topik yang diberikan
dan memilih salah satu topik untuk ditulis menjadi essay. Teman-teman tidak
perlu khawatir jika teman-teman mendapatkan topik yang belum pernah teman-teman
dengar. Setiap topik dijabarkan dalam 3 sampai 4 kalimat sehingga teman-teman
bisa mengetuhui langkah atau kalimat apa yang ditulis untuk essay. Tulislah yang
rapi sehingga mudah dibaca. Waktu itu saya mendapatkan topik
brain drain.
3.
Saat tahapan wawancara, pelamar dihadapkan pada 3
reviewer, satu di antaranya adalah psikolog. Berdoalah sebelum memasuki
ruangan. Tunjukkanlah sikap santun dan sopan saat berbicara, dan tetap rendah
hati. Jawablah semua pertanyaan dengan
sejujur-jujurnya. Pertanyaan yang diberikan seputar essay yang kamu tulis,
studi S1 sebelumnya, pekerjaan, univ tujuan, konstribusi, topik tesis dan
lain-lain. Biasanya untuk mencairkan suasana, para reviwer bertanya tentang
jodoh dan kapan nikah JJ. Jadi
jangan terlalu tegang.
4. Jangan lupa untuk
verifikasi. Bawalah semua berkas asli yang teman-teman upload di akun lpdp.
Setelah
beberapa minggu kemudian, alhamdulillah saya dinyatakan LOLOS seleksi substansi pada
tanggal 10 Desember 2015 dan mengikuti agenda berikutnya yaitu program
pengayaan bahasa dari LPDP untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris. Saya
dan teman-teman yang lolos seleksi substansi menunggu kira-kira hampir 3,5
bulan untuk dipanggil mengikuti program PB tersebut. Akhirnya pada tanggal 4
April 2016 kami mendapat undangan PB. Saat itu juga saya resign dari tempat mengajar saya. Saya mendapatkan lokasi PB di P2B
Universitas Yogyakarta selama hampir 3 bulan (4 April 2016-30 Juni 2016).
Pengalaman Saat Mengikuti Program Pengayaan Bahasa
(PB) Angkatan V Yogyakarta.
Program
Pengayaan Bahasa dari LPDP yang diselenggarakan oleh P2B UNY terdiri dari 43
orang dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, seperi Lampung, Aceh,
Kepulauan Anambas, Riau, Kendari, Jambi, Gorontalo, Bali, Jember, Magelang,
Banyuwangi, Surakarta, Batang, Pati, NTT, NTB, dan lain-lain. Mereka semua
orang luar biasa. Kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan mereka.
Program
Pengayaan Bahasa yang diselenggaran P2B UNY dilaksanakan setiap hari senin
sampai jumat (pukul 07.30 WIB-15.00 WIB) dan progress test setiap hari sabtu
(pukul 07.30 WIB -13.00 WIB). Program tersebut terdiri dari 4 subjek utama (reading, listening, written and structure, dan
writing serta 4 subjek pendukung (extensive reading, extensive listening,
vocabulary dan speaking). Subjek utama disajikan dengan serius oleh para
dosen, sementara subjek pendukung disajikan dengan santai oleh para staf ILLC.
Biasanya dalam pembelajaran, diselengi dengan games-games dan lagu-lagu yang
dapat menambah vacobulary kita. Saya
sendiri paling suka saat kelas written
and structure, karena mudah untuk dipahami.
BIOLOGI UGM Menjadi Universitas Tujuan Saya
LPDP
memberikan kesempatan kepada awardee LPDP untuk mengajukan perpindahan
universitas tujuan maksiman 1 kali, dan meminta LoS (Letter of Sponsorship) sebanyak 2 kali. Saat minggu pertama program
PB dimulai, saya mempersiapkan berkas pendaftaran seleksi UM UGM yang dibuka
bulan April sampai 30 Juni 2016. Berkas-berkas yang perlu disiapkan untuk mendaftar
UGM adalah:
1. Ijazah dan
Transkrip nilai
2. Toefl ITP
min 460
3. Paps/TPA
Bappenas min 500
4. Surat
rekomendasi dari 2 dosen pembimbing skripsi
5. Akreditasi
prodi saat S1 dari BANPT tahun 2016
6. Proyeksi
keinginan
7. Surat
keterangan sehat
8. KTP
9. LOS untuk
UGM
Waktu itu
skor toefl ITP yang disyaratkan UGM adalah 460. Oleh karena itu, saya mengikuti
test toefl ITP kembali yang ke-3 di P2B UNY pada tanggal 21 April 2016 dengan
biaya Rp.500.000. Alhamdulillah, dengan modal belajar mandiri handbook karya Longman, saya bisa
mencapai skor 493, cukup untuk mendaftar UGM. Lalu saya mempersiapkan tes Paps
yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UGM pada tanggal 28 April 2016,
dengan biaya Rp.150.000. Alhamdulilah saya mendapatkan skor Paps 652, lebih
dari cukup.
Selain kelas
dan materi yang diberikan, program pelatihan bahasa yang diselenggarakan P2B
UNY juga memberikan fasilitas seperangkat alat tulis (tas, pensil, penghapus,
buku, pulpen dan flash dish), kaos, dan kegiatan ekskursi 2 kali ( pertama, di
Kebun Buah Mangunan dan yang kedua di Desa Boro, Yogyakarta. Kegiatan ekskrusi
bertujuan untuk refreshing,
meningkatkan soft skill dan
kekompakan. Selain itu, LPDP yang bekerjasama dengan UNY memberikan test TPA
Bappenas secara gratis 1 kali. Waktu itu hasil tes TPA Bappenas saya adalah 559
(cukup baik). Lalu, LPDP yang bekerjasama dengan UNY juga memberikan test toefl
ITP gratis selama 2 kali, pertama saat progress
test tanggal 2 Juni 2016 dan yang kedua saat real test pada tanggal 30 Juni 2016. Walaupun diselenggarakan pada
bulan yang sama, namun P2B UNY sudah mengatur sedemikian rupa agar kode soal
test pertama dan yang kedua berbeda. Progress
test (toefl saya yang ke-4 hasilnya turun, saya hanya mendapat skor 473).
Oleh karena itu, selama 1 bulan terakhir pelatihan, saya belajar giat, hingga
akhirnya pada tanggal 30 Juni 2016, skor toefl ITP saya yang ke-5 mencapai target yaitu
513. Alhamdulillah. Kemampuan bahasa Inggris memang syarat penting bagi semua orang untuk maju melangkah di tataran global. Itulah mengapa saya sangat menghargai setiap progress / kemajuan yang saya alami walaupun sedikit demi sedikit.
Saat ini
saya dinyatakan lolos seleksi UM UGM Pascasarjana semester gasal 2016.
Teman-teman apabila sudah diterima di univ tujuan segeralah meminta LoA
Unconditional. Apabila univ tujuan kalian ternyata berbeda dengan univ tujuan
saat pendaftaran beasiswa LPDP, kalian dapat mengajukan permohonan pindah prodi dan univ
tujuan ke email lpdp.dkp3@kemenkeu.go.id Setelah
mendapatkan surat persetujuan, gunakanlah surat tersebut untuk mengajukan
kontrak ke alamat email lpdp.dkp2@kemenkeu.go.id.
Selanjutnya, ikuti prosedur berdasarkan informasi yang diberikan pada email
tersebut. Karena univ tujuan saya berbeda dengan waktu pendaftaran beasiswa LPDP, saya mengajukan perpindahan. Alhamdulillah, urusan perpindahan prodi dari pendidikan sains UNS
menuju Biologi UGM saya lancar. Sekarang, saya sudah resmi menjadi mahasiswa
UGM dan akan memulai perkuliahan pada bulan Agustus 2016.
Sekian cerita pengalaman dari saya. Semoga bermanfaat. See you on top guys! :)