Jumat, 05 Agustus 2016

Perjalananku meraih beasiswa LPDP



There is a will, there is a way

“Kerja atau S2?” Pertanyaan itu yang melintas di pikiran saya setelah saya lulus S1 pendidikan Biologi UNNES. Dan saya yakin pilihan itu juga muncul di benak pikiran teman-teman, atau tambah satu opsi lagi, “Kerja, S2 atau nikah dulu?” J. Kalau menikah, bukan prioritas saya saat ini. Atau bagi alumni pendidikan bingung akan pilihan “Kerja, S2, Nikah, atau SM3T?”. SM3T juga bukan menjadi pilihan prioritas saya saat itu dengan alasan tertentu.

Setelah saya dinyatakan lulus, saya mempunyai keinginan untuk melanjutkan studi S2 namun saya mengerti kedua orangtua saya tidak akan sanggup membiayai kuliah S2 yang cukup mahal. Oleh karena itu, saya mencari informasi mengenai beasiswa untuk S2. Sembari saya mencari informasi tersebut, orang tua saya meminta memasukkan lamaran kerja di salah satu MTs di Jepara menggunakan surat kelulusan (SKL) karena pada saat itu saya belum diwisuda. Saya mendapat informasi mengenai beasiswa LPDP yang memberikan beasiswa penuh untuk jenjang magister dan doktoral dari seorang teman adik kembar saya. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk mendaftar beasiswa LPDP.

Sebelum mendaftar beasiswa pendidikan Indonesia LPDP, saya mencari informasi terlebih dahulu, apa itu beasiswa LPDP dan bagaimana syarat-syaratnya untuk bisa mendapakan beasiswa LPDP. Saya mencari tahu informasi tersebut melalui website http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/. Dari website tersebut terpapar cukup jelas informasi tentang beasiswa LPDP. Pemahaman saya semakin jelas dengan mengikuti berbagai seminar tentang sosialisasi beasiswa LPDP yang diadakan jurusan matematika UNNES dan BEM UNDIP. Saya juga membaca berbagai macam cerita inspiratif dari para awardee LPDP mengenai perjalanan mereka meraih beasiswa LPDP yang dipublish di blog mereka. Jika ada hal kecil yang tidak saya pahami, saya juga bertanya langsung kepada Awardee alummi S1 UNNES, yaitu mas Jeffry Dermawan (awardee  The University of Nottingham, Inggris) dan mbak Maesa Nila Sari (awardee Universitas Negeri Yogyakarta) melalui media sosial facebook

Sekilas tentang Beasiswa LPDP
Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi di dalam dan di luar negeri.
Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada masyarakat untuk studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi unggulan baik di dalam maupun di luar negeri bagi yang memenuhi kualifikasi LPDP.
LPDP tidak hanya memberikan beasiswa untuk Program Magister dan Doktoral, namun juga Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran dan Presidential Scholarship.
Baca selengkapnya di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/

Disini saya akan membahas 2 jalur saja dalam mendapatkan beasiswa LPDP, yaitu jalur reguler dan afirmasi karena saya hanya berfokus pada kedua jalur tersebut.  Kedua jalur tersebut memiliki persyaratan umum dan persyaratan khusus yang sedikit berbeda. Teman-teman dapat membaca syarat-syarat di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/ dan  http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-afirmasi/.

Singkatnya, saya mengambil ‘poin-poin penting’ bahwa terdapat perbedaan antara jalur reguler dan afirmasi yang terletak pada sasaran pelamar, syarat kemampuan bahasa inggris, dan pemberian program pelatihan bahasa (PB). Berikut akan saya paparkan berdasarkan pemahaman saya.

1.                       Jalur reguler ditujukan untuk pelamar dari kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi yang cukup mampu (menurut saya) dan tidak termasuk ‘kriteria’ yang menjadi ‘sasaran’ jalur afirmasi. Pelamar jalur afirmasi terdiri dari kelompok masyarakat yang berasal dari:
a.   Daerah perbatasan; yaitu wilayah kabupaten/kota yang secara geografis dan demografis berbatasan langsung dengan negara tetangga dan/atau laut lepas. Kawasan perbatasan terdiri dari kawasan perbatasan darat dan laut, yang tersebar secara luas dengan tipologi yang beragam, mulai dari pedalaman hingga pulau-pulau kecil terdepan (terluar).
Daerah tertinggal; yaitu daerah dengan pencapaian pembangunan yang rendah dan diperhitungkan memiliki indeks kemajuan pembangunan ekonomi dan sumberdaya manusia di bawah rata-rata indeks nasional.
b.   Alumni penerima Bidikmisi dan kelompok masyarakat berprestasi dari keluarga miskin yang memiliki IPK Minimal 3,50.
c.      Kelompok masyarakat yang telah berjasa membawa nama bangsa Indonesia dalam bidang olah raga dan seni budaya baik di tingkat nasional maupun internasional.
2.      Dalam hal syarat kemampuan bahasa inggris. Untuk jalur reguler, syarat kemampuan bahasa inggris:
a.       Untuk studi program Magister di dalam negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600.
b.      Untuk studi program Magister di luar negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 550/TOEFL
Sementara untuk jalur afirmasi, syarat kemampuan bahasa inggris: Untuk studi program magister di dalam negeri maupun luar negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 400. 

3.                LPDP memberikan program pelatihan bahasa (PB) selama 3 atau 6 bulan untuk peningkatan kemampuan bahasa inggris bagi pelamar beasiswa jalur afirmasi yang dinyatakan lolos seleksi substansi, sementara pelamar beasiswa jalur reguler yang dinyatakan lolos seleksi substansi tidak mendapatkan program pengayaan bahasa tersebut.

Kelihatannya, syarat untuk mendaftar jalur afirmasi lebih mudah karena cukup dengan skor toefl ITP 400 bisa mendaftar beasiswa LPDP baik dalam maupun luar negeri dan nantinya juga akan diberikan program pelatihan bahasa oleh LPDP jika lulus seleksi substansi. Berdasarkan informasi perbedaan kedua jalur tersebut, saya memutuskan untuk mendaftar jalur afirmasi. Kebetulan saya alumni beasiswa bidikmidi fresh graduate dengan IPK cumlaude sehingga saya bisa mendaftar beasiswa LPDP jalur afirmasi. Selain harus memenuhi syarat pelamar beasiswa, pastikan dirimu memiliki karakter kepemimpinan, profesionalisme, nasionalisme, patriotisme, integritas, memiliki kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian dan memiliki komitmen untuk membangun Indonesia. 

Berikut ini list syarat/berkas yang saya kumpulkan untuk melamar beasiswa LPDP jalur Afirmasi ‘versi saya’ yang telah saya rangkum.
1.      Ijazah dan Transkrip Nilai.
2.      Pas Foto (bg merah)
3.      Toefl ITP minimal 400.
4.      Surat rekomendasi dari dosen pembimbing skripsi (2 orang). Format surat rekomendasi bisa melihat di buku panduan yang dapat didownload di http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/
5.      Surat kesehatan dan Surat Keterangan Bebas Narkoba
6.      SKCK
7.      Surat Keterangan Bidikmisi dari kampus asal
8.      Essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/ instansi/profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
9.      Rencana Studi
10.  Kartu Keluarga
11.  KTP
12.  Surat Keterangan Tidak Mampu dan Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua
13.  Surat rekening listrik 3 bulan terakhir
14.  Sertifikat yang berhubungan dengan prestasi pelamar

Langkah awal yang saya lakukan adalah membuat akun di http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/. Ikuti setiap prosedur yang ada di website dan jangan lupa untuk menceklist pilihan afirmasi

 


(Gambar 1. SS membuat akun beasiswa LPDP)
 
Setelah mempunyai akun, saya mulai mempersiapkan tes toefl. Untuk pertama kalinya saya mencoba tes toefl ITP di UNIKA Semarang pada bulan Juni 2015. Disini saya melakukan kesalahan karena terlalu semangat dan terburu-buru, saya mengikuti tes tanpa belajar. Alhasil skor toefl saya waktu itu hanya mencapai 423. Dengan skor tersebut membuat saya tidak percaya diri untuk mendaftar walaupun sudah memenuhi skor minimal yang disyaratkan yaitu 400. Lalu pada bulan Juli 2015 saya mengikuti tes toefl ITP yang ke-2 di POLINES Semarang. Saya sudah berusaha dan belajar, namun bahasa inggris saya memang masih lemah. Saya juga tidak menguasi trick-trick untuk menyelesaikan soal. Kata orang untuk menyelesaikan soal Toefl ITP sebenarnya memang tidak butuh trick, akan tetapi  jika seorang sudah terbiasa berbicara, membaca atau mendengarkan kalimat berbahasa inggris, pasti soal-soal tersebut dapat terselesaikan. Namun, tidak bagi saya. Saya akui kemampuan bahasa inggris memang masih lemah, tetapi saya berusaha meng-improvenya. Hasil test toefl ITP saya yang ke-2 adalah 443 (tidak mendapat sertifikat dari ETS). Dengan skor tersebut, saya masih belum percaya diri untuk mendaftar.

Sembari saya mempersiapkan toefl, saya meminta surat rekomendasi dari kedua dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Bapak Dr. Andreas Priyono Budi Prasetyo, M.Ed dan Ibu Prof. Sri Mulyani Endang Susilowati. Selagi saya masih tinggal di Semarang, tak lupa saya juga meminta surat keterangan sebagai penerima beasiswa Bidikmisi ke rektorat bagian administrasi (waktu itu di lantai 3 kalau tidak salah). Setelah itu saya bolak-balik Semarang-Jepara untuk mengurus Surat Keterangan Sehat, Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan SKCK. Saya mengurus Surat Keterangan Sehat dan Surat Keterangan Bebas Narkoba di RSUD Kartini, Jepara. Perlu biaya sekitar Rp.15.000 untuk mengurus Surat Keterangan Sehat dan Rp. 160.0000 (saya sedikit lupa) untuk mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba. Sementara SKCK dibuat di Polsek Pecangaan dengan biaya Rp.10.000. Setelah itu saya bersama bapak saya memperbarui Kartu Keluarga (KK), karena KK yang diunggah adalah KK terbaru.


Sedikit Cerita Pribadi Mengenai Pengalaman Saya

Semua langkah yang saya lakukan tidak sendiri melainkan bersama adik kembar saya. Waktu melihat hasil toefl ITP yang ke-2 saya, saya merasa tidak percaya diri sehingga saya memutuskan untuk tidak mendaftar di pendaftaran batch 2 2015 pada  bulan Juli. Oleh karena itu langkah saya terhenti. Waktu itu saya memutuskan untuk mengajar di MTs. Darul Hikmah Menganti sembari meningkatkan bahasa inggris saya. Sementara adik kembar saya yang toefl ITP  pertama 468 (ada sertifikat dari ETS) tetap melanjutkan pendaftaran beasiswa Afirmasi tersebut. Ia bersama bapak meminta surat keterangan tidak mampu dan surat keterangan  penghasilan orang tua di balaidesa dan meminta surat rekening listrik 3 bulan terakhir. Setelah itu dilanjutkan membuat essay dan rencana studi. Singkat cerita, akhirnya adik kembar saya lolos administrasi, wawancara, mengikuti program pengayaan bahasa (PB) di UGM selama 3 bulan, mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK) di Wisma Hijau, Depok dan akhirnya saat ini kuliah S2 Ilmu Fisika di UGM (mulai memasuki semester II).
Melihat adik kembar saya yang lolos, saya termotivasi untuk melanjutkan pendaftaran di batch 3 2015 bulan oktober. Sebenarnya afirmasi hanya dibuka 2 gelombang, akan tetapi tiba-tiba bulan oktober dibuka kembali batch 3. Saya tidak mau melewatkan kesempatan tersebut. Lalu saya mendaftar walaupun menggunakan skor toefl 443. Saya melengkapi berkas pendaftaran, seperti membuat essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/ instansi/profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”

Tips dari saya buatlah essay dengan sejujur-jujurnya, simple, bahasa yang santun, dan mudah dimengerti. Jangan menggunakan bahasa yang terlihat ‘menyombongkan diri’. Tetap lah rendah hati dan tunjukkan bahwa kamu mempunyai sikap yang baik dan bijaksana melalui tulisanmu. Paparkan konstribusi yang telah dan sedang kamu lakukan untuk lingkungan tempat tinggalmu, dan buatlah rencana konstribusi yang akan kamu lakukan dengan konkrit sesuai kemampuanmu. Jangan muluk-muluk, yang penting real dan bisa terlaksana. Waktu itu konstribusi yang akan saya lakukan adalah mendidik calon guru supaya calon guru tersebut juga bisa mendidik anak bangsa menjadi generasi yang cerdas. Tips membuat essay ‘Sukses Terbesar dalam Hidupku’ dari saya adalah tuliskan sukses yang terbesar yang membuat hidupmu berubah menjadi lebih baik. Namun, itu semua tergantung dari pribadi masing-masing kerena cara penulisan essay seseorang dapat menggambarkan karakter penulisnya. 

Setelah itu, saya membuat Rencana Studi. Pertama, pastikan dulu universitas mana yang akan kamu tuju, apakah ada dalam daftar LPDP atau tidak. Waktu itu saya memilih Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dengan Prodi pendidikan Sains yang terakreditasi B dari BANPT) dengan minat Biologi. Saya mengutarakan alasan saya memilih universitas dan prodi tersebut. Sekedar informasi bahwa prodi dan univ tujuan harus terakreditasi minimal B (untuk jalur afirmasi) dan minimal A (untuk jalur reguler). Saya juga menampilkan rencana SKS yang saya tempuh dan topik penelitian. Tak lupa, saya juga mempersiapkan sertifikat yang berhubungan seminar dan prestasi saya saat di kampus.

Setelah mempersiapkan berkas, saya medaftar melalui website http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/ 


 
(Gambar 2. Log in beasiswa LPDP)

Setelah itu, ikuti setiap prosedur yang terdapat dalam website. Unggah semua berkas dalam format PDF dengan ukuran minimal. Pilihlah lokasi wawancara sesuai keinginan. Waktu itu, saya memilih di Yogyakarta. 

Seleksi beasiswa LPDP terdiri dari 2 tahap, yaitu seleksi administrasi dan seleksi substansi. Alhamdulillah saya lulus seleksi administrasi. Selanjutnya, beberapa minggu kemudian saya mengikuti seleksi substansi. Seleksi substansi dilaksanakan di berbagai kota besar yang ada di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, dan Medan. Saya memilih lokasi seleksi substansi di Yogyakarta, tepatnya di Gedung Keuangan Negara (GKN) Yogyakarta, Jl. Kusumanegara No. 11, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Seleksi substansi terdiri dari wawancara, Leaderless Group Discussion (LGD), dan Essay On the Spot. Ketiga tahapan seleksi substansi tersebut dilaksanakan sesuai jadwal, bisa 1 hari semua, 2 hari, atau 3 hari. Waktu itu saya mendapat jadwal 2 hari, dimana hari pertama Leaderless Group Discussion (LGD), dan Essay On the Spot sementara hari kedua wawancara. 

Saya mempunyai tips-tips agar teman-teman semua bisa sukses menghadapi seleksi substansi.
1.      Beberapa hari sebelum hari H, perbanyaklah membaca berita/artikel 3 bulan terakhir, baik dari media televisi, koran, atau sosial media. Hal ini penting untuk menggali informasi teman-teman agar teman-teman siap menghadapi leaderless group discussion atau di kenal dengan LGD. Leaderless group discussion (LGD) adalah diskusi kelompok kecil yang terdiri dari 8 sampai 10 orang pelamar dari berbagai background secara acak ditentukan oleh LPDP. Dalam diskusi ini tidak ada yang namanya pemimpin. Semua anggota berhak memberikan pendapat. Topik diberikan oleh LPDP 5 menit sebelum LGD dimulai, biasanya berita informasi teruptodate selama 3 bulan terakhir. Tips yang saya berikan tadi penting bagi pelamar yang tidak begitu uptodate tentang berita/isu yang berkembang dimasyarakat sehingga paham akan topik yang diberikan. Waktu itu saya mengumpulkan berita/informasi mengenai kebakaran hutan, kurikulum 2013, narkoba, kapolri Vs BNN, reshuffle kabinet, hukum kebiri, revolusi hijau, peluncuruan produk pertalite, korupsi, banjir, nasionalisme, Gadget dan lain-lain. Jangan lupa menganalisis setiap artikel mengenai dampak negatif dan positif serta mencari solusi untuk pemecahan masalah tersebut. Waktu LGD, kelompok kami mendapatkan topik mengenai kebakaran hutan (hujan asap).
    LGD berlangsung sekitar 30 menit, tergantung reviwer kapan menghentikannya. Bisa saja mereka menghentikannya sebelum 30 menit selesai. Ingat, tunjukkan sikap wibawa, sopan, dan rendah hati teman-teman saat menyampaikan pendapat atau menyanggah pendapat. Jangan sekali-kali memotong pembicaraan atau terkesan ‘ngotot’ akan pendapat anda. Berilah kesempatan anggota lain untuk berpendapat. Kalau menurut saya, usahakan semua anggota berpendapat walaupun hanya 1 kali. 
2.      Berita atau artikel yang teman-teman baca sebelumnya juga berguna saat Essay on the Spot. Essay on the Spot adalah kegiatan menulis essay dalam waktu kurang lebih 10 menit (kalau tidak salah). Teman-teman akan disajikan 2 topik yang diberikan dan memilih salah satu topik untuk ditulis menjadi essay. Teman-teman tidak perlu khawatir jika teman-teman mendapatkan topik yang belum pernah teman-teman dengar. Setiap topik dijabarkan dalam 3 sampai 4 kalimat sehingga teman-teman bisa mengetuhui langkah atau kalimat apa yang ditulis untuk essay. Tulislah yang rapi sehingga mudah dibaca. Waktu itu saya mendapatkan topik brain drain.
3.      Saat tahapan wawancara, pelamar dihadapkan pada 3 reviewer, satu di antaranya adalah psikolog. Berdoalah sebelum memasuki ruangan. Tunjukkanlah sikap santun dan sopan saat berbicara, dan tetap rendah hati. Jawablah semua pertanyaan dengan sejujur-jujurnya. Pertanyaan yang diberikan seputar essay yang kamu tulis, studi S1 sebelumnya, pekerjaan, univ tujuan, konstribusi, topik tesis dan lain-lain. Biasanya untuk mencairkan suasana, para reviwer bertanya tentang jodoh dan kapan nikah JJ. Jadi jangan terlalu tegang.
4.      Jangan lupa untuk verifikasi. Bawalah semua berkas asli yang teman-teman upload di akun lpdp.

Setelah beberapa minggu kemudian, alhamdulillah saya dinyatakan LOLOS seleksi substansi pada tanggal 10 Desember 2015 dan mengikuti agenda berikutnya yaitu program pengayaan bahasa dari LPDP untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris. Saya dan teman-teman yang lolos seleksi substansi menunggu kira-kira hampir 3,5 bulan untuk dipanggil mengikuti program PB tersebut. Akhirnya pada tanggal 4 April 2016 kami mendapat undangan PB. Saat itu juga saya resign dari tempat mengajar saya. Saya mendapatkan lokasi PB di P2B Universitas Yogyakarta selama hampir 3 bulan (4 April 2016-30 Juni 2016).

Pengalaman Saat Mengikuti Program Pengayaan Bahasa (PB) Angkatan V Yogyakarta.
Program Pengayaan Bahasa dari LPDP yang diselenggarakan oleh P2B UNY terdiri dari 43 orang dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, seperi Lampung, Aceh, Kepulauan Anambas, Riau, Kendari, Jambi, Gorontalo, Bali, Jember, Magelang, Banyuwangi, Surakarta, Batang, Pati, NTT, NTB, dan lain-lain. Mereka semua orang luar biasa. Kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman dengan mereka.
Program Pengayaan Bahasa yang diselenggaran P2B UNY dilaksanakan setiap hari senin sampai jumat (pukul 07.30 WIB-15.00 WIB) dan progress test setiap hari sabtu (pukul 07.30 WIB -13.00 WIB). Program tersebut terdiri dari 4 subjek utama (reading, listening, written and structure, dan writing serta 4 subjek pendukung (extensive reading, extensive listening, vocabulary dan speaking). Subjek utama disajikan dengan serius oleh para dosen, sementara subjek pendukung disajikan dengan santai oleh para staf ILLC. Biasanya dalam pembelajaran, diselengi dengan games-games dan lagu-lagu yang dapat menambah vacobulary kita. Saya sendiri paling suka saat kelas written and structure, karena mudah untuk dipahami.

BIOLOGI UGM Menjadi Universitas Tujuan Saya

          LPDP memberikan kesempatan kepada awardee LPDP untuk mengajukan perpindahan universitas tujuan maksiman 1 kali, dan meminta LoS (Letter of Sponsorship) sebanyak 2 kali. Saat minggu pertama program PB dimulai, saya mempersiapkan berkas pendaftaran seleksi UM UGM yang dibuka bulan April sampai 30 Juni 2016. Berkas-berkas yang perlu disiapkan untuk mendaftar UGM adalah:
1.      Ijazah dan Transkrip nilai
2.      Toefl ITP min 460
3.      Paps/TPA Bappenas min 500
4.      Surat rekomendasi dari 2 dosen pembimbing skripsi
5.      Akreditasi prodi saat S1 dari BANPT tahun 2016
6.      Proyeksi keinginan
7.      Surat keterangan sehat
8.      KTP
9.      LOS untuk UGM

Waktu itu skor toefl ITP yang disyaratkan UGM adalah 460. Oleh karena itu, saya mengikuti test toefl ITP kembali yang ke-3 di P2B UNY pada tanggal 21 April 2016 dengan biaya Rp.500.000. Alhamdulillah, dengan modal belajar mandiri handbook karya Longman, saya bisa mencapai skor 493, cukup untuk mendaftar UGM. Lalu saya mempersiapkan tes Paps yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UGM pada tanggal 28 April 2016, dengan biaya Rp.150.000. Alhamdulilah saya mendapatkan skor Paps 652, lebih dari cukup.

Selain kelas dan materi yang diberikan, program pelatihan bahasa yang diselenggarakan P2B UNY juga memberikan fasilitas seperangkat alat tulis (tas, pensil, penghapus, buku, pulpen dan flash dish), kaos, dan kegiatan ekskursi 2 kali ( pertama, di Kebun Buah Mangunan dan yang kedua di Desa Boro, Yogyakarta. Kegiatan ekskrusi bertujuan untuk refreshing, meningkatkan soft skill dan kekompakan. Selain itu, LPDP yang bekerjasama dengan UNY memberikan test TPA Bappenas secara gratis 1 kali. Waktu itu hasil tes TPA Bappenas saya adalah 559 (cukup baik). Lalu, LPDP yang bekerjasama dengan UNY juga memberikan test toefl ITP gratis selama 2 kali, pertama saat progress test tanggal 2 Juni 2016 dan yang kedua saat real test pada tanggal 30 Juni 2016. Walaupun diselenggarakan pada bulan yang sama, namun P2B UNY sudah mengatur sedemikian rupa agar kode soal test pertama dan yang kedua berbeda. Progress test (toefl saya yang ke-4 hasilnya turun, saya hanya mendapat skor 473). Oleh karena itu, selama 1 bulan terakhir pelatihan, saya belajar giat, hingga akhirnya pada tanggal 30 Juni 2016, skor toefl ITP saya yang ke-5 mencapai target yaitu 513. Alhamdulillah. Kemampuan bahasa Inggris memang syarat penting bagi semua orang untuk maju melangkah di tataran global. Itulah mengapa saya sangat menghargai setiap progress / kemajuan yang saya alami walaupun sedikit demi sedikit.


Saat ini saya dinyatakan lolos seleksi UM UGM Pascasarjana semester gasal 2016. Teman-teman apabila sudah diterima di univ tujuan segeralah meminta LoA Unconditional. Apabila univ tujuan kalian ternyata berbeda dengan univ tujuan saat pendaftaran beasiswa LPDP, kalian dapat mengajukan permohonan pindah prodi dan univ tujuan ke email lpdp.dkp3@kemenkeu.go.id Setelah mendapatkan surat persetujuan, gunakanlah surat tersebut untuk mengajukan kontrak ke alamat email lpdp.dkp2@kemenkeu.go.id. Selanjutnya, ikuti prosedur berdasarkan informasi yang diberikan pada email tersebut. Karena univ tujuan saya berbeda dengan waktu pendaftaran beasiswa LPDP, saya mengajukan perpindahan. Alhamdulillah, urusan perpindahan prodi dari pendidikan sains UNS menuju Biologi UGM saya lancar. Sekarang, saya sudah resmi menjadi mahasiswa UGM dan akan memulai perkuliahan pada bulan Agustus 2016.

Sekian cerita pengalaman dari saya. Semoga bermanfaat. See you on top guys! :)